Kuala Lumpur – Malaysia mengecam keras serangan militer yang terus dilancarkan Israel terhadap Lebanon. Tindakan ini dinilai sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon, serta bentuk pembangkangan langsung terhadap hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Dalam pernyataan resminya di Kuala Lumpur pada Kamis, 9 April 2026, Kementerian Luar Negeri Malaysia, atau yang dikenal sebagai Wisma Putra, menekankan bahwa eskalasi ini sangat membahayakan kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu yang telah dicapai antara Amerika Serikat dan Iran. Wisma Putra memperingatkan bahwa serangan tersebut berisiko menyeret kawasan Asia Barat ke dalam konflik yang lebih luas dan lebih dahsyat.
“Tindakan tersebut tidak hanya merusak upaya diplomatik yang sedang berlangsung, tetapi juga berisiko menyebabkan destabilisasi total di kawasan Asia Barat, dengan implikasi serius terhadap perdamaian dan keamanan global,” demikian pernyataan Wisma Putra.
Desakan Malaysia kepada Komunitas Internasional
Malaysia mendesak komunitas internasional, termasuk Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), untuk segera mengambil tindakan tegas dan nyata. Tujuannya adalah meminta pertanggungjawaban Israel atas pelanggaran berkelanjutan terhadap hukum internasional.
“Budaya impunitas harus diakhiri demi mencegah jatuhnya lebih banyak korban jiwa yang tidak bersalah serta melindungi kesucian batas-batas kedaulatan negara,” tegas Wisma Putra dalam pernyataannya.
Malaysia menegaskan kembali dukungan teguhnya terhadap pemerintah dan rakyat Lebanon. Negara itu tetap berpegang pada posisi bahwa perdamaian yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui penghentian seluruh permusuhan dan komitmen yang tulus terhadap penyelesaian damai melalui jalur diplomatik.
