Hujan deras disertai angin kencang melumpuhkan sejumlah titik di Kota Makassar pada Sabtu, 1 Februari 2026. Cuaca ekstrem ini memicu setidaknya 14 kejadian bencana yang tersebar di 15 kecamatan, mulai dari pohon tumbang, kerusakan rumah warga, hingga gangguan fasilitas umum.
Menanggapi situasi darurat tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar bersama dinas terkait segera diterjunkan ke lapangan. Mereka melakukan respons cepat dan penilaian kerusakan di lokasi-lokasi terdampak.
Respons Cepat dan Penyaluran Bantuan
Tim BPBD Makassar melakukan asesmen lapangan secara menyeluruh di setiap lokasi. Langkah ini bertujuan untuk memetakan tingkat kerusakan, mengidentifikasi kebutuhan mendesak para korban, serta mendata dampak yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem yang melanda Ibu Kota Sulawesi Selatan itu.
Berdasarkan hasil asesmen tersebut, BPBD Makassar langsung menyalurkan bantuan kedaruratan. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa kebutuhan pokok, tetapi juga mencakup bahan material untuk rekonstruksi dan rehabilitasi rumah warga yang mengalami kerusakan.
Penyaluran bantuan dilakukan secara proporsional dan tepat sasaran untuk memastikan semua lokasi terdampak, yang tersebar di 15 kecamatan, mendapatkan penanganan yang adil sesuai kondisi di lapangan. Kepala BPBD Makassar, Muhammad Fadly, menjelaskan prioritas penanganan.
“Penanganan kami prioritaskan berdasarkan tingkat urgensi dan kerusakan yang ditemukan di lapangan. Tujuannya agar bantuan tepat guna dan memulihkan kondisi warga secepat mungkin,” jelas Muhammad Fadly.
Mengingat potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi, BPBD Makassar mengimbau seluruh warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diharapkan segera melaporkan setiap kejadian darurat atau tanda bahaya kepada pusat panggilan BPBD atau pihak berwenang terdekat agar dapat ditindaklanjuti dengan sigap.
