Setelah dua musim berturut-turut dipaksa berjuang di papan bawah klasemen, Madura United menyatakan kesiapan untuk melakukan evaluasi besar-besaran. Klub berjuluk Laskar Sape Kerrab ini menegaskan tidak ingin lagi menjadikan perjuangan menghindari zona degradasi sebagai rutinitas setiap musim.
Karteker Madura United, Rakhmad Basuki, menilai kondisi tersebut menjadi sinyal kuat akan kebutuhan pembenahan menyeluruh di semua lini, baik teknis maupun manajerial tim. “Sudah dua musim kami bertarung di bawah hanya untuk bisa selamat dari degradasi. Kami harus menatap musim depan dengan baik, mempersiapkan tim ini dengan lebih baik, dan harus punya target yang jelas,” ujar RB.
Madura United sendiri baru saja memastikan bertahan di kasta tertinggi Super League 2025/26 pada pekan terakhir. Ancaman degradasi masih membayangi klub asal Pulau Garam tersebut sebelum laga pamungkas dimulai.
Pertandingan melawan PSM Makassar menjadi partai hidup-mati bagi Madura United. Tampil habis-habisan sejak menit awal, mereka sukses mengamankan kemenangan 2-0, memastikan nasib tidak ditentukan oleh hasil tim lain.
Hasil dramatis itu membuat Madura United lolos dari jeratan degradasi. Mereka menutup musim di posisi ke-14 klasemen dengan raihan 35 poin, hanya unggul satu angka dari PSM Makassar dan Persis Solo yang akhirnya harus turun kasta.
RB tidak menampik bahwa ada banyak kesalahan yang menyebabkan performa tim terus merosot dalam dua musim terakhir. Pemilihan pelatih hingga perekrutan pemain disebut menjadi faktor penting yang harus segera dibenahi untuk musim depan.
