Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil mencatat penurunan signifikan angka stunting hingga 9 persen. Capaian ini didorong oleh dukungan terhadap Program Inovasi (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia), sebuah inisiatif kemitraan antara Pemerintah Australia dan Indonesia yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam investasi pembangunan manusia. “Keberhasilan pembangunan daerah tidak terlepas dari investasi pada pembangunan manusia,” ujar Lalu Pathul Bahri dalam rapat Komite Pengarah Provinsi NTB Program Inovasi Fase 3 di Lombok Tengah, Kamis (26/02/2026).

Menurut Bupati, pemerintah daerah terus mendukung ekosistem pendidikan dan kesejahteraan sosial. Ia merinci berbagai upaya yang telah dilakukan. “Kami telah menuntaskan jaminan kesehatan bagi 1,2 juta warga, memberikan insentif kepada ribuan marbot, serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi perangkat RT, kepala dusun, hingga kader posyandu,” tambahnya.

Peningkatan kualitas pendidikan, lanjut Lalu Pathul Bahri, memiliki dampak langsung terhadap sektor kesehatan. Hal ini terlihat dari penurunan angka stunting di Lombok Tengah yang sebelumnya 22 persen menjadi 9 persen, atau setara dengan sekitar 8.000 balita kasus stunting saat ini. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor diharapkan semakin kuat untuk menyukseskan program Inovasi di seluruh NTB, sekaligus mempercepat pembangunan manusia yang unggul dan berdaya saing. “Mari tingkatkan kolaborasi dalam mendukung program inovasi untuk SDM berkualitas,” ajaknya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Hj Indah Dhamayanti Putri, turut menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengakselerasi peningkatan kualitas SDM. Ia menjelaskan bahwa Program Inovasi, yang kini memasuki tahun ke-10, merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi NTB dengan Kedutaan Besar Australia. Program ini kini memasuki Fase 3 untuk periode 2024–2031.

Wagub Indah Dhamayanti Putri memaparkan, program ini difokuskan pada penguatan literasi, numerasi dasar, serta pendidikan karakter peserta didik di lima kabupaten percontohan, yang terdiri dari tiga kabupaten di Pulau Lombok dan dua di Pulau Sumbawa. “Program ini tidak hanya mengejar capaian prestasi, tetapi menjadi ruang bersama untuk mengidentifikasi persoalan pendidikan di daerah sekaligus mengadopsi praktik baik antar kabupaten/kota,” jelasnya.

Penguatan sektor pendidikan, menurut Wagub, adalah kunci utama dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB. Hal ini sejalan dengan misi pertama RPJMD 2025–2029 yang menempatkan pembangunan karakter manusia sebagai fondasi pembangunan daerah. Ia juga mengapresiasi keterlibatan sekolah-sekolah di bawah naungan Kementerian Agama yang turut merasakan dampak positif dari program tersebut.

Selain isu pendidikan, Wagub juga menyoroti tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ia menekankan perlunya lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang. “Sekolah dan lingkungan keluarga harus menjadi ruang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang. Semua berkewajiban memastikan angka kekerasan ini tidak meningkat, Dibutuhkan langkah nyata dari pendidik, aparatur pemerintah, hingga orang tua melalui pola pembinaan yang lebih menyentuh,” tegas Indah Dhamayanti Putri.