Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu memperketat pengamanan di lingkungan mereka. Langkah ini diwujudkan melalui penggeledahan seluruh blok hunian serta pengecekan urine warga binaan, yang dilakukan bersama aparat penegak hukum lainnya.

Kepala Lapas Perempuan Palu, Yoesiana, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh aparat penegak hukum dalam upaya memerangi dan membersihkan lapas dari handphone ilegal, narkoba, dan penipuan (Halinar). “Tentunya kami berkomitmen untuk tetap mengawal dan menjaga Lapas Perempuan Palu ini agar bebas dan bersih dari narkoba serta dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” kata Yoesiana di Dolo, Jumat (8/5/2026).

Penggeledahan blok hunian warga binaan tersebut dilaksanakan bersama dengan personel TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Tengah. Kegiatan ini merupakan bentuk antisipasi terhadap keberadaan benda-benda yang berpotensi disalahgunakan untuk melukai petugas maupun sesama warga binaan, seperti pisau, besi lancip, atau kaca.

Yoesiana juga menekankan bahwa seluruh petugas lapas siap diperiksa apabila terbukti melanggar aturan atau membantu warga binaan. “Seluruh petugas lapas juga siap diperiksa apabila terdapat yang melanggar atau membantu warga binaan di luar aturan yang berlaku dan tidak akan menutup diri apabila ada oknum petugas lapas yang mencoba melakukan tindakan di luar hukum,” ucapnya.

Menurut Yoesiana, pemeriksaan dan pengecekan urine warga binaan merupakan kegiatan rutin yang dikoordinasikan dengan kantor wilayah, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum setempat. “Kami tidak akan mentolerir dan akan menindak secara tegas petugas lapas yang bekerja tidak sesuai aturan,” sebutnya.

Selama periode Januari hingga April 2026, Lapas Perempuan Palu tidak menemukan narkoba atau senjata tajam berbahaya lainnya di dalam blok hunian. “Selama ini kami melakukan penggeledahan hanya menemukan barang-barang seperti sendok, garpu, besi, gunting, dan senjata tajam lainnya yang dikhawatirkan dapat membuat permasalahan dalam lapas perempuan, Kalau untuk narkoba, handphone dan lainnya tidak ada ditemukan di dalam lapas ini,” jelasnya.

Saat ini, Lapas Perempuan Kelas III Palu menampung sebanyak 229 warga binaan. Hasil tes urine yang dilakukan terhadap petugas lapas dan seluruh warga binaan menunjukkan hasil negatif, menandakan bebas dari narkoba.