Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu berhasil mendorong kemandirian warga binaan melalui program pertanian produktif. Program ini membuahkan hasil signifikan dengan panen sayuran sebanyak 16 kilogram dari lahan yang sebelumnya tidak terpakai di Desa Maku, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (9/5/2026).

Warga Binaan Panen Kacang Panjang dan Terong

Kepala Lapas Perempuan Palu, Yoesiana, menjelaskan bahwa panen kali ini mencakup 5 kilogram kacang panjang dan 11 kilogram terong. Kegiatan pertanian ini merupakan bagian integral dari pembinaan positif yang diberikan kepada warga binaan.

“Jadi warga binaan ini dengan adanya program pertanian produktif bisa panen sayuran sebanyak 16 kilogram yang terdiri dari kacang panjang sebanyak 5 kilogram dan terong sebanyak 11 kilogram dari lahan pertanian yang berada di luar area tembok lapas,” ujar Yoesiana di Sigi, Sabtu (9/5/2026).

Manfaatkan Lahan Tidur untuk Ketahanan Pangan

Yoesiana menambahkan, lahan pertanian yang dimanfaatkan untuk program ini sebelumnya merupakan lahan tidur. Pemanfaatan optimal lahan tersebut kini mendukung program ketahanan pangan di lingkungan lapas.

“Untuk lahan pertanian yang digunakan ini sebelumnya merupakan lahan tidur yang kini dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung program ketahanan pangan di lingkungan lapas,” ucapnya.

Program pembinaan ini juga merupakan bentuk implementasi dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait ketahanan pangan. Selain itu, sejalan dengan program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendorong kemandirian pangan serta peningkatan pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan.

Bekal Keterampilan dan Tanggung Jawab

Keberhasilan panen ini, menurut Yoesiana, menjadi bukti nyata efektivitas program pembinaan yang positif dan produktif. Ia menekankan bahwa kegiatan pertanian tidak hanya memberikan keterampilan praktis, tetapi juga membangun semangat dan rasa tanggung jawab di kalangan warga binaan.

“Keberhasilan panen ini menjadi bukti bahwa program pembinaan yang diberikan kepada warga binaan dapat berjalan secara positif dan produktif,” sebut Yoesiana.

Ia berharap, melalui kegiatan semacam ini, Lapas Perempuan Palu dapat memberikan pembinaan yang bermanfaat dan berkelanjutan. “Harapannya melalui kegiatan seperti ini kami ingin memberikan pembinaan yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi warga binaan. Hasil panen ini menjadi bukti bahwa dengan pembinaan yang tepat, warga binaan mampu berkarya dan produktif,” kata dia.

Keterlibatan aktif warga binaan menjadi kunci penting dalam keberhasilan program pertanian produktif ini. Yoesiana berharap program ini terus berkembang sebagai media pembinaan yang produktif, sekaligus membekali warga binaan dengan pengalaman dan keterampilan yang berguna setelah mereka kembali ke masyarakat.

“Program pertanian ini diharapkan dapat terus berkembang sebagai media pembinaan yang produktif, sekaligus memberikan pengalaman dan keterampilan bagi warga binaan untuk bekal setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.