Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengimbau seluruh warganya untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan selama periode libur panjang Lebaran 2026. Imbauan ini disampaikan guna memastikan kesehatan lingkungan dan kenyamanan bersama di tengah peningkatan aktivitas masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lombok Tengah, Lalu Herdan, menegaskan pentingnya menjaga kebersihan. “Menjaga kebersihan merupakan sebagian dari iman,” ujar Lalu Herdan saat menghadiri kegiatan silaturahmi dengan bupati di Lombok Tengah, Senin. Ia menambahkan bahwa kebersihan menjadi krusial, terutama saat momentum libur Lebaran.

Kesadaran Masyarakat dan Kondisi Lingkungan

Lalu Herdan menyoroti masih rendahnya kesadaran sebagian warga terhadap kebersihan lingkungan. Hal ini terlihat dari tumpukan sampah di beberapa titik yang berpotensi merusak kesehatan. “Pelaksanaan yang masih belum maksimal,” katanya, mengacu pada upaya menjaga kebersihan yang belum optimal di masyarakat.

Pada libur Lebaran, aktivitas warga dipastikan meningkat, terutama di berbagai destinasi wisata yang akan ramai pengunjung. Oleh karena itu, Lalu Herdan berharap masyarakat tidak membuang sampah sembarangan yang dapat mengurangi keindahan tempat-tempat wisata di Lombok Tengah. “Mari dijaga bersama destinasi wisata ini, agar pengunjung merasa aman dan nyaman,” ajaknya.

Petugas Kebersihan Tetap Siaga

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Tengah memastikan bahwa petugas kebersihan akan tetap siaga dan bekerja membersihkan sampah selama libur Lebaran 2026. Kepala DLH Lombok Tengah, Lalu Sarkin, menjelaskan bahwa petugas hanya akan libur pada Hari Raya Idul Fitri saja.

“Mereka hanya libur saat Hari Raya Idul Fitri saja atau sehari saja,” kata Lalu Sarkin di Lombok Tengah, Jumat. Ia menambahkan bahwa petugas akan bekerja hingga menjelang Lebaran dan kembali bertugas membersihkan sampah di seluruh wilayah Lombok Tengah pada pasca-Lebaran hingga seterusnya. “Selama libur Lebaran hingga 27 Maret itu mereka tetap bekerja mengangkut dan membersihkan sampah,” tegasnya.

Peningkatan Volume Sampah

Lalu Sarkin juga mengungkapkan bahwa selama bulan Ramadhan, volume sampah di Lombok Tengah mencapai 80-90 ton per hari, baik sampah organik maupun anorganik, yang terbuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pengengat. Angka ini menunjukkan peningkatan dari volume sebelumnya yang mencapai 80 ton per hari.

Untuk periode libur Lebaran, Lalu Sarkin memprediksi adanya peningkatan volume sampah, meskipun tidak signifikan jika dibandingkan data tahun sebelumnya. “Pasti ada peningkatan, karena aktivitas masyarakat semakin banyak,” jelasnya.

Menyikapi hal ini, Lalu Sarkin kembali mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Ia juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah dari rumah, sehingga hanya sampah yang tidak dapat dimanfaatkan atau didaur ulang yang terbuang. “Mari tingkatkan gerakan pilah sampah dari rumah,” pungkasnya.