Pelatih Tim Nasional U-17 Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, menyoroti dua faktor utama di balik hasil kurang memuaskan skuad Garuda Muda pada ajang ASEAN U-17 Boys’ Championship 2026. Evaluasi mendalam ini dilakukan sebagai persiapan menghadapi tantangan yang lebih besar di AFC U-17 Asian Cup 2026.
Penyelesaian Akhir dan Semangat Juang Jadi Sorotan
Dalam kejuaraan yang berlangsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo tersebut, Timnas U-17 Indonesia tampil antiklimaks. Putu Ekayana dan rekan-rekan hanya mampu mengumpulkan empat gol dari tiga pertandingan yang dilakoni. Raihan ini belum cukup untuk membawa Garuda Muda melaju ke babak semifinal, dengan catatan satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.
Kurniawan Dwi Yulianto secara spesifik menyebut masalah penyelesaian akhir dan semangat juang sebagai pekerjaan rumah utama timnya.
“Masalah finishing menjadi evaluasi kami. Pada laga pertama dan kedua, kami sebenarnya memiliki banyak peluang, tetapi tidak berhasil menjadi gol. Kami juga mengevaluasi semangat juang pemain. Ketika tertinggal dan game plan tidak berjalan, pemain harus tetap sabar dan terus mencari peluang untuk mencetak gol,” ujar pria kelahiran 13 Juli 1976 itu.
Fokus ke Piala Asia U-17 2026
Berbagai pekerjaan rumah ini diharapkan dapat segera terselesaikan mengingat Timnas Indonesia akan segera berlaga di AFC U-17 Asian Cup 2026. Pada ajang bergengsi tersebut, Indonesia tergabung di Grup B, bersaing ketat dengan tim-tim kuat seperti China, Jepang, dan Qatar.
Kurniawan menegaskan komitmennya untuk membenahi skuad agar dapat tampil lebih baik dan kompetitif di kancah Asia.
