Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah memulai program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) sebagai upaya strategis meningkatkan pembinaan atlet berprestasi. Langkah ini diambil untuk mempersiapkan para atlet secara optimal menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026.

Ketua KONI Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, menyatakan bahwa program pelatda ini krusial dalam meningkatkan prestasi olahraga daerah. “Program ini juga sebagai langkah strategis mempersiapkan para atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026,” ujar Firman di Lombok Tengah, Selasa (17/03/2026).

Ia menambahkan, pelatda bertujuan memperkuat kesiapan atlet agar mampu bersaing dan meraih hasil yang lebih baik di ajang provinsi. “Dan meraih hasil lebih baik pada ajang olahraga di tingkat provinsi NTB,” tegasnya.

Semangat “Tastura Juara” dan Target Tiga Besar

Firman menjelaskan, tema program pelatda, “Tastura Juara”, bukan sekadar slogan, melainkan representasi semangat kolektif untuk memajukan prestasi olahraga Lombok Tengah. Dengan persiapan matang dan semangat juang tinggi, ia optimistis target tiga besar pada Porprov 2026 dapat tercapai.

“Tagline Tastura Juara menunjukkan semangat kita untuk bergerak lebih maju dan meraih prestasi pada Porprov 2026. Dengan persiapan yang matang serta daya juang para atlet, kami optimistis target tiga besar bisa tercapai,” kata Firman.

Dalam proses persiapan atlet, KONI Lombok Tengah turut menggandeng tim dari Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma). Kerja sama ini meliputi uji tes, pengukuran, serta evaluasi kemampuan para atlet. “Langkah ini dilakukan agar atlet yang dipersiapkan benar-benar siap menghadapi persaingan di Porprov,” jelas Firman.

Harapan Dukungan Pemerintah Daerah dan Bonus Atlet

Firman juga menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah memberikan dukungan penuh untuk pembinaan atlet. Ia mengusulkan agar Bupati menunjuk sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai “orang tua angkat” bagi para atlet.

“Kami berharap Bupati dapat menunjuk sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai orang tua angkat bagi para atlet. Dukungan ini sangat penting untuk menjaga semangat dan keberlanjutan pembinaan,” harapnya.

Selain itu, KONI Lombok Tengah juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan bonus yang lebih besar bagi atlet dan pelatih yang berhasil meraih prestasi pada Porprov NTB 2026. “Kami berharap bonus yang diberikan nantinya bisa lebih besar dibandingkan bonus pada Porprov sebelumnya,” pungkas Firman.

Persiapan Teknis dan Target Porprov 2026

Sementara itu, Ketua Panitia Pelatda KONI Lombok Tengah, Samsul Rijal, menjelaskan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan secara bertahap. Persiapan tersebut meliputi peningkatan kondisi fisik, pemeriksaan kesehatan, hingga penguatan teknik bertanding bagi para atlet.

“Berbagai persiapan sudah mulai kami lakukan, baik dari sisi kesiapan fisik, kesehatan maupun teknik para atlet,” ungkap Samsul.

Pada Porprov NTB 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Juli, Lombok Tengah akan berpartisipasi dalam 44 cabang olahraga. Total 441 atlet dan 130 pelatih akan bertanding pada 743 nomor pertandingan. Samsul Rijal menargetkan peningkatan prestasi dari posisi lima besar pada Porprov sebelumnya menjadi tiga besar di klasemen akhir.

“Kami berharap dukungan dari semua pihak, baik pemerintah daerah, stakeholder maupun masyarakat, agar target ini dapat tercapai,” tutupnya.