Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendesak Polda Metro Jaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Penekanan ini disampaikan menyusul kenaikan pangkat Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi.
Komisioner Kompolnas Mohammad Choirul Anam menyatakan, peningkatan status pemimpin Polda Metro Jaya harus diimbangi dengan pelayanan prima. “Dengan kenaikan pangkat dari bintang dua menjadi bintang tiga itu diimbangi dengan peningkatan pelayanan terbaiknya kepada seluruh masyarakat, kepada komponen atau entitas masyarakat yang ada di wilayah kerja Polda Metro Jaya,” kata Anam kepada awak media di Jakarta, Kamis (14/5/2026).
Menurut Anam, Polda Metro Jaya memiliki dinamika sosial, politik, dan ekonomi yang khas, berbeda dengan polda-polda lain di Indonesia. Oleh karena itu, peningkatan status pimpinan dinilai harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan publik yang signifikan. “Semoga ini menjadi sinyal yang baik untuk pelayanan masyarakat,” tambahnya.
Diketahui, Polda Metro Jaya kini resmi dipimpin oleh seorang perwira tinggi (pati) berpangkat jenderal bintang tiga. Jabatan Kapolda Metro Jaya tetap diisi oleh Asep Edi Suheri, yang sebelumnya berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen) dan kini telah menyandang pangkat Komjen.
Kenaikan pangkat tersebut telah dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. “Benar untuk Kapolda Metro Jaya saat ini berpangkat Komisaris Jenderal Polisi berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 38/POLRI/TAHUN 2026 TANGGAL 13 MEI 2026,” ujar Budi.
Komjen Pol. Asep Edi Suheri, pria kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 16 November 1972, merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994. Ia dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse dan penegakan hukum, khususnya dalam pengungkapan kasus siber, narkotika, hingga kejahatan lintas negara.
Sebelumnya, Asep ditunjuk sebagai Kapolda Metro Jaya melalui Surat Telegram Nomor ST/1764/VIII/KEP./2025. Ia menggantikan Komjen Pol. Karyoto yang kemudian diangkat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.
