Klub sepak bola legendaris asal Papua, Persipura Jayapura, menerima hukuman berat dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Sanksi ini dijatuhkan menyusul insiden kerusuhan yang melibatkan suporter dalam laga playoff promosi Championship 2025/2026 melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, pada 8 Mei lalu.

Tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut dijatuhi sanksi larangan menggelar pertandingan kandang dengan penonton selama semusim penuh. Hukuman ini akan berlaku pada kompetisi Championship 2026/2027, menjadi salah satu sanksi terberat yang pernah diterima klub.

“Persipura Jayapura diberi sanksi dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton saat menjadi tuan rumah selama satu musim, berlaku pada kompetisi yang diikuti pada Tahun 2026/2027,” demikian bunyi keputusan Komdis PSSI yang dirilis setelah sidang pada 13 Mei 2026.

Kronologi Kerusuhan di Stadion Lukas Enembe

Komdis PSSI menilai Persipura bertanggung jawab penuh atas aksi brutal suporternya. Kerusuhan dilaporkan pecah sesaat setelah pertandingan berakhir. Ribuan suporter Persipura menyerbu lapangan, menyebabkan kerusakan fasilitas stadion, serta memburu perangkat pertandingan.

Situasi semakin tidak terkendali ketika rombongan tim Adhyaksa FC juga menjadi sasaran pengejaran di area stadion. Aksi anarkistis ini bahkan meluas hingga ke luar kompleks stadion, menciptakan suasana mencekam di sekitar lokasi kejadian.

Selain sanksi larangan penonton, Persipura Jayapura juga dikenakan denda finansial. Klub dihukum denda sebesar Rp30 juta atas insiden kerusuhan tersebut. Komdis PSSI juga menjatuhkan denda tambahan sebesar Rp50 juta karena banyaknya suporter yang masuk ke lapangan setelah laga usai.

Keputusan Komdis PSSI ini diharapkan menjadi pelajaran penting bagi semua klub dan suporter untuk menjaga sportivitas serta ketertiban dalam setiap pertandingan sepak bola di Indonesia.