Kantor Wilayah Kementerian Haji (Kemenhaj) Sulawesi Selatan (Sulsel) memastikan ahli waris calon haji yang wafat sebelum keberangkatan ke Tanah Suci akan diprioritaskan untuk masuk porsi keberangkatan tahun 2027. Kebijakan ini merupakan hasil koordinasi antara Kemenhaj Sulsel dengan Kemenhaj Sulawesi Barat (Sulbar).
Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel sekaligus Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail, menyampaikan duka cita atas berpulangnya salah seorang calon haji asal Sulbar. “Kami atas nama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar turut berduka atas berpulangnya salah seorang calon haji asal Sulbar Syamsuddin Puang Launang (56), yang wafat sebelum pemberangkatan,” ujarnya di Makassar, Rabu (6/5).
Ikbal Ismail menegaskan bahwa ahli waris dari calon haji Syamsuddin Puang Launang akan mendapatkan prioritas untuk berangkat haji pada musim haji 1448 Hijriah atau 2027 Masehi. Ia menjelaskan bahwa kuota haji bagi calon haji yang meninggal sebelum pemberangkatan tidak akan hangus.
“Kuota hajinya tidak hangus, ada skema penggantian dan insya Allah untuk tahun depan digantikan oleh ahli warisnya,” kata Ikbal Ismail, menambahkan bahwa pihak Kemenhaj Sulbar juga telah merespons positif kebijakan ini.
Kronologi Wafatnya Calon Haji Syamsuddin Puang Launang
Syamsuddin Puang Launang, calon haji berusia 56 tahun, merupakan bagian dari rombongan kelompok terbang (kloter) 19. Ia menempuh perjalanan darat yang cukup jauh dari Provinsi Sulbar menuju Sulsel dan tiba di Aula Mina, Asrama Haji Sudiang Makassar pada Senin (4/5).
Setelah menjalani prosesi penerimaan, pemeriksaan berkas, dan kesehatan, Syamsuddin diantar ke kamarnya untuk beristirahat. Namun, pada malam harinya, ia mengalami sesak napas dan segera diberikan tindakan medis oleh tim kesehatan asrama haji.
Karena kondisinya tidak membaik, Syamsuddin dirujuk ke RSUP Wahidin Sudirohusodo. Setelah ditangani oleh tim kesehatan di rumah sakit, kondisinya semakin menurun dan akhirnya meninggal dunia keesokan harinya, Selasa (5/5). Keluarga almarhum yang mendampingi langsung membawa jenazah pulang ke Sulbar.
