Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Ciamis memastikan 856 calon jemaah haji (calhaj) beserta petugas pendamping siap diberangkatkan ke Tanah Suci. Keberangkatan akan dibagi menjadi dua kelompok terbang (kloter) pada bulan Mei 2026, dengan seluruh administrasi telah rampung.
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Ciamis, Nana Supriatna, menjelaskan bahwa semua dokumen penting, termasuk visa dan paspor jemaah, telah selesai diproses. Pihaknya juga telah mensosialisasikan secara menyeluruh aturan pembatasan akses masuk ke Kota Suci Mekah, yang mengharuskan setiap calhaj dilengkapi dengan kartu tasreh.
“Semua aturan pembatasan akses masuk ke Kota Suci Mekah sudah disosialisasikan kepada 856 calon jemaah haji (Calhaj) dan mereka semua legal termasuknya izin masuk memakai kartu tasreh, visa hingga paspor. Namun, terkait pembatasan akses masuk sudah disosialisasikan terutamanya kepada calon jemaah haji Calhaj),” ujar Nana Supriatna pada Selasa (14/4/2026).
Nana menambahkan, para calhaj dan petugas pendamping telah dibekali melalui manasik haji dan berbagai proses persiapan lainnya. Ia juga mengingatkan agar jemaah menjaga kondisi fisik dan pola hidup sehat menjelang keberangkatan. Tahun ini, jemaah tertua berusia 96 tahun, sementara yang termuda berusia 17 tahun.
“Jelang keberangkatan, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Ciamis mensosialisasikan aturan pembatasan akses masuk ke Kota Suci Mekah kepada 856 calhaj selalu membawa kartu tasreh, dan mereka diberangkatkan dari Islamic Center Ciamis menuju Bandara Kertajati hingga diinapkan di Asrama Haji Lohbener, Indramayu. Kemenhaj Kabupaten Ciamis, menyiapkan 2 kelompok terbang (kloter) 15 Kertajati pada 2 Mei 2026 dan Kloter 31 Kertajati pada 14 Mei 2026,” papar Nana.
Sementara itu, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan spiritual, melainkan juga menuntut kesiapan fisik dan mental yang prima. Ia mengingatkan calhaj untuk tetap disiplin, termasuk membawa kartu tasreh setelah adanya pembatasan akses masuk ke Kota Suci Mekah.
“Ibadah haji bukan hanya soal niat dan keimanan, tetapi membutuhkan kesiapan fisik karena aktivitas sangat padat hingga melelahkan di tengah jutaan jemaah dari berbagai negara. Namun, jemaah supaya menjalankan ibadah dengan tertib sesuai tuntunan dan mengingatkan perbedaan cuaca ekstrem, supaya menjaga pola hidup sehat hingga dinamika global geopolitik Timur Tengah menghangat agar seluruh proses penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan lancar,” pungkas Herdiat.
