Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Jawa Barat, melaporkan tren penurunan signifikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada awal tahun 2026. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan menyusul adanya dua laporan kasus kematian yang tercatat.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Yodi Sirojudin, mengungkapkan bahwa sejak awal Januari 2026, tercatat sebanyak 72 orang dinyatakan positif DBD. Angka ini menunjukkan penurunan drastis jika dibandingkan dengan periode yang sama pada Januari 2025 yang mencapai 525 kasus.

Menurut Yodi, penurunan ini tidak lepas dari peningkatan kesadaran masyarakat. “Kesadaran masyarakat dalam kebersihan lingkungan di daerahnya untuk sekarang ini sudah mulai bergerak melakukan berbagai langkah guna menekan munculnya jentik nyamuk. Karena, langkah yang dilakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan selalu rutin menguras bak air, menutup, mengubur (3M),” ujar Yodi pada Jumat (30/1).

Kendala Penanganan dan Upaya Edukasi

Meski secara akumulatif kasus menurun, Yodi menyayangkan adanya dua pasien yang meninggal dunia. Ia menjelaskan bahwa kematian tersebut terjadi lantaran kondisi pasien yang sudah cukup parah saat dibawa ke fasilitas kesehatan.

“Dinas Kesehatan Garut masih melakukan edukasi kepada masyarakat dan tujuannya guna menekan kasus. Namun, awal bulan Januari dipengaruhi oleh intensitas hujan tinggi dan ada kemungkinan jentik nyamuk tumbuh dewasa tapi dengan ditemukannya 72 kasus langsung ditangani meski ada 2 orang meninggal dalam perawatan lantaran saat datang ke puskesmas tidak tertolong,” tuturnya.

Pihak Dinkes bersama puskesmas, aparat desa, hingga tingkat RT/RW kini semakin masif menggerakkan masyarakat untuk membersihkan lingkungan. Upaya ini dilakukan melalui edukasi, pemeriksaan jentik berkala, serta melakukan pengasapan (fogging) di lokasi yang tergolong endemik.

Kewaspadaan di Wilayah Tetangga

Kewaspadaan terhadap ancaman nyamuk Aedes aegypti juga dilakukan di wilayah tetangga, Kota Tasikmalaya. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan setempat, terdapat 7 kasus positif pada awal Januari ini.

Menanggapi hal tersebut, Deden Danial Bunyamin dari Rumah Sakit (RS) Bantuan (Rumkitban) Galunggung Tasikmalaya menekankan pentingnya pencegahan berbasis keluarga. Salah satu langkah konkretnya adalah penyuluhan yang digelar oleh Kodim 0612 Tasikmalaya bagi prajurit dan keluarga besar TNI.

“Penyuluhan mendapat antusias, lantaran nyamuk DBD memiliki karakteristik aktif dapat menggigit pagi, sore, berkembang biak digenangan air bersih sering luput dari perhatian seperti bak mandi, barang bekas dan tempat minum burung serta jangan sepelekan demam lebih dari dua hari,” pungkas Deden.