Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bima Kota, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Didik Putra Kuncoro, dinonaktifkan dari jabatannya. Penonaktifan ini menyusul dugaan penerimaan aliran dana sebesar Rp1 miliar dari bandar narkoba bernama Koko Erwin alias EK.

Informasi mengenai aliran uang fantastis tersebut pertama kali diungkap oleh kuasa hukum AKP Malaungi, Asmuni, dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Mataram pada Kamis, 12 Februari 2026. Dugaan ini memicu penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Kapolres Bima Kota Dinonaktifkan dan Diperiksa

Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi mengonfirmasi penonaktifan AKBP Didik Putra Kuncoro. Kepala Bidang Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, membenarkan status tersebut.

“Kapolres (AKBP Didik) sudah dinonaktifkan,” ujar Kombes Pol. Mohammad Kholid melalui pesan tertulis aplikasi WhatsApp pada Kamis, 12 Februari 2026. Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai alasan di balik penonaktifan tersebut, namun diketahui AKBP Didik kini tengah menjalani pemeriksaan di Markas Besar (Mabes) Polri.

Harga Emas Antam Stabil, Bank NTB Syariah Alihkan Portofolio

Di sisi ekonomi, harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) terpantau stabil pada Kamis, 12 Februari 2026. Berdasarkan pantauan dari laman Logam Mulia pada pukul 08.53 WIB, harga emas Antam tidak mengalami perubahan dari hari sebelumnya, tetap di angka Rp2.947.000 per gram. Harga beli kembali (buyback) emas Antam juga tidak bergerak, bertahan di Rp2.741.000 per gram.

Sementara itu, PT Bank NTB Syariah menunjukkan komitmennya terhadap tata kelola perbankan yang sehat dengan mengalihkan portofolio pembiayaan aparatur sipil negara (ASN) penyuluh pertanian kepada PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas perubahan status kepegawaian para penyuluh pertanian yang kini menjadi ASN pusat di bawah Kementerian Pertanian.

Antusiasme Petani Jagung Meningkat di Lombok Tengah

Dari sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, NTB, mencatat peningkatan antusiasme petani jagung. Luas tanam jagung pada musim penghujan 2026 di lahan tegalan atau perbukitan mencapai 9.000 hektare.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Zaenal Arifin, menjelaskan bahwa areal tanaman jagung tersebut tersebar di empat kecamatan. “Areal tanaman jagung itu tersebar di empat kecamatan, di antaranya di Kecamatan Pujut, Kecamatan Praya Timur, Praya Barat dan Praya Barat Daya,” kata Zaenal Arifin di Lombok Tengah pada Kamis, 12 Februari 2026.