Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol. Endar Priantoro, secara resmi memulai pembangunan Markas Polresta Ibu Kota Nusantara (IKN) tahap satu. Prosesi peletakan batu pertama proyek bangunan kantor pendukung lokasi persil Polresta IKN ini berlangsung di Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada Jumat (8/5).
Kegiatan ini menandai langkah awal penguatan sistem keamanan di wilayah IKN dan menjadi simbol kehadiran Polri di kawasan strategis nasional tersebut. Sejumlah pejabat utama Polda Kaltim, jajaran Otorita IKN, Polres PPU, unsur pelaksana proyek, serta puluhan santri turut hadir dalam momentum bersejarah ini.
Irjen Endar Priantoro menegaskan, pembangunan ini merupakan komitmen kuat Polri dalam mendukung penuh pembangunan dan stabilitas keamanan di IKN. Ia menilai, keberadaan Polresta IKN tidak hanya menjadi pusat pelayanan kepolisian, tetapi juga simbol hadirnya negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Kehadiran Polri di wilayah IKN harus mampu memberikan perlindungan, pelayanan, dan rasa aman bagi seluruh masyarakat. Kami siap mendukung setiap tahapan pembangunan hingga operasional Polresta IKN nantinya,” tegas Kapolda.
Pada tahap awal operasional, sekitar 80 personel akan disiapkan untuk mendukung pelaksanaan tugas di lingkungan Polresta IKN. Pembangunan dan pertumbuhan populasi di kawasan IKN membawa konsekuensi terhadap meningkatnya kebutuhan pengamanan serta kesiapan personel Kepolisian.
Aktivitas pembangunan yang terus berlangsung di kawasan IKN dan sekitarnya, disertai bertambahnya jumlah penduduk serta kompleksitas potensi gangguan keamanan, menuntut kesiapan Polri. “Dengan kondisi ini, maka membutuhkan kehadiran personel Polri yang siap siaga, profesional, serta didukung sarana dan prasarana yang memadai. Keberadaan Polresta IKN bukan sekadar penambahan satuan kewilayahan baru, melainkan manifestasi kesiapan Polri dalam mengawal simbol peradaban baru Indonesia,” jelasnya.
Ia berharap, berdirinya Polresta IKN kelak mampu menutup celah kerawanan di jantung masa depan Indonesia sejak dini. Kehadiran institusi tersebut juga menjadi langkah nyata Polri dalam memperkuat keamanan kawasan, mendukung keberlangsungan logistik IKN, mendukung Otorita IKN, meningkatkan kesiapan operasional, hingga mengawal transformasi budaya dan lingkungan di wilayah ibu kota baru.
Kapolda juga menekankan bahwa kegiatan peletakan batu pertama tersebut bukan hanya seremonial formal semata, melainkan bentuk rasa syukur dan doa. “Kegiatan hari ini merupakan wujud rasa syukur sekaligus permohonan restu kepada Tuhan Yang Maha Esa agar seluruh proses pembangunan berjalan lancar, aman, dan membawa berkah bagi kita semua,” katanya.
Endar mengingatkan seluruh pihak yang terlibat untuk memastikan pembangunan dilakukan sesuai standar yang telah ditetapkan, mengingat IKN mengusung konsep smart city yang mengedepankan kualitas pembangunan serta estetika kawasan. “Saya juga meminta agar komunikasi dan koordinasi antara Polda Kaltim, Otorita IKN, serta kontraktor pelaksana terus diperkuat sehingga pembangunan dapat selaras dengan konsep forest city yang menjadi identitas IKN,” pintanya.
Selain itu, ia mengajak para tokoh masyarakat dan warga sekitar untuk memberikan doa dan dukungan. “Kehadiran fasilitas ini adalah milik kita bersama untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat serta menjaga keamanan dan ketertiban di tanah Kalimantan Timur, khususnya di kawasan IKN,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Otorita IKN Bimo Adi Nursanthyasto menjelaskan, pembangunan kantor pendukung Polresta IKN merupakan bagian penting dalam mendukung kesiapan sarana dan prasarana keamanan di pusat pemerintahan baru Indonesia. “Pembangunan ini menjadi langkah awal hadirnya fasilitas kepolisian modern di kawasan IKN. Kami berharap sinergi seluruh pihak dapat terus terjalin demi terwujudnya pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan,” pungkas Bimo.
