Empat kru kapal ikan KM Samudera berhasil diselamatkan setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam di perairan Bintan, Kepulauan Riau, pada Senin (2/2) sore. Insiden ini terjadi akibat kebocoran di lambung kanan kapal saat berlayar antara perairan Anak Lobam dan Tekulai.

Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Kasat Polairud) Polres Bintan, Iptu Syafril, menjelaskan bahwa kebocoran mulai terdeteksi sekitar pukul 17.00 WIB. Para kru berupaya menyelamatkan kapal selama sekitar satu jam, namun usaha tersebut tidak membuahkan hasil. Dalam kondisi kapal yang semakin miring dan tidak dapat dikendalikan, keempat kru terpaksa meninggalkan kapal demi keselamatan mereka. Mereka kemudian bertahan mengapung di laut sambil menunggu pertolongan.

Laporan mengenai kejadian ini diterima oleh Satpolairud Polres Bintan sekitar pukul 18.40 WIB. Petugas segera bergerak menuju lokasi menggunakan kapal cepat dan tiba di titik kejadian sekitar pukul 20.00 WIB. “Setibanya di lokasi, seluruh kru ditemukan mengapung di sekitar titik tenggelamnya kapal dan langsung kami evakuasi,” kata Iptu Syafril pada Selasa (3/2).

Kapal kayu berlapis fiber tersebut diketahui bertolak dari Pelabuhan Anai, Tanjungpinang, menuju Tanjung Riau, Batam. KM Samudera membawa sekitar 50 bak fiber berisi ikan saat insiden terjadi. Nakhoda kapal adalah Suhaidi (49), bersama tiga Anak Buah Kapal (ABK) lainnya, yaitu Nasrun (58), Usman (49), dan Sadri Ardyansyah (23). Seluruh kru merupakan warga Batam.

Meskipun kapal tenggelam, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Seluruh kru berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke Markas Satpolairud Polres Bintan sebelum akhirnya dipulangkan ke rumah masing-masing. “Keselamatan harus menjadi prioritas utama sebelum melaut,” tegas Iptu Syafril, mengingatkan pentingnya aspek keselamatan dalam setiap pelayaran, khususnya bagi kapal nelayan.