Doha, Qatar – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Qatar, Majed Al-Ansari, pada Selasa (28/4) menegaskan bahwa negaranya tidak akan menangguhkan upaya mediasi untuk mengakhiri konflik di Jalur Gaza. Qatar berkomitmen penuh untuk melanjutkan perannya dalam mencari perdamaian di wilayah tersebut.

“Qatar tidak mundur dari perannya sebagai mediator di Jalur Gaza; tidak ada perubahan dalam hal ini,” kata Al-Ansari dalam konferensi pers di Doha.

Al-Ansari menambahkan bahwa Doha terus berkoordinasi erat dengan Mesir dan Turki dalam mengupayakan solusi damai di Gaza. Upaya mediasi ini menjadi krusial di tengah dinamika geopolitik yang kompleks.

Resolusi DK PBB dan Rencana AS

Sebagai konteks, pada November 2025, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) telah menyetujui resolusi yang diusulkan oleh Amerika Serikat. Resolusi tersebut mendukung rencana komprehensif Presiden AS Donald Trump untuk menyelesaikan situasi di Gaza.

Resolusi tersebut mendapatkan 13 suara dukungan, sementara Rusia dan China memilih abstain. Rencana AS yang dimaksud mencakup administrasi internasional sementara terhadap Gaza serta pembentukan Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang akan diketuai oleh Trump.

Selain itu, usulan tersebut juga memberikan mandat bagi pasukan stabilisasi internasional untuk dikerahkan di Gaza, dengan koordinasi bersama Israel dan Mesir. Komitmen Qatar untuk terus memediasi menunjukkan pentingnya peran negara-negara regional dalam mencari jalan keluar dari krisis.