Petenis Italia Jannik Sinner berhasil menyamai rekor kemenangan beruntun milik petenis legendaris Novak Djokovic dalam ajang ATP Masters 1000. Pencapaian ini diraih Sinner setelah menaklukkan Alexei Popyrin dengan skor telak 6-2, 6-0 pada babak ketiga Internazionali BNL d’Italia 2026 yang berlangsung di Roma pada Selasa, 12 Mei 2026.
Dalam pertandingan keduanya di turnamen Roma tersebut, Sinner menunjukkan dominasi sejak awal. Ia langsung mematahkan servis Popyrin pada gim pembuka, menandakan agresivitas permainannya. Penampilan Sinner yang memukau penonton tuan rumah dengan kombinasi drop shot dan pukulan keras, mengantarkannya unggul 3-1 dalam empat pertemuan terakhir melawan Popyrin.
“Saya merasa angin bertiup searah,” ujar Sinner, seperti dikutip dari laman ATP, menyoroti performa apiknya yang hanya melakukan satu kesalahan sendiri pada pukulan backhand. Ia menambahkan, “Saya tidak perlu banyak mengubah strategi, tetapi pada saat yang sama, ketika melawan angin, saya mencoba memukul bola agak datar.”
Sinner Perpanjang Rekor Kemenangan Beruntun
Kemenangan atas Popyrin yang berlangsung selama 65 menit ini memperpanjang catatan kemenangan beruntun Sinner dalam turnamen Masters 1000 menjadi 30 pertandingan. Ini menempatkannya sebagai petenis dengan rekor kemenangan beruntun terpanjang kedua sepanjang masa di level tersebut. Sinner belum pernah merasakan kekalahan di level Masters 1000 sejak ia mundur pada babak ketiga melawan Tallon Griekspoor di Shanghai pada Oktober tahun lalu.
Catatan 30 kemenangan beruntun Sinner ini menyamai rekor yang pernah diukir oleh Novak Djokovic, yang juga mencatatkan 30 kemenangan beruntun di Masters 1000 dari Paris 2014 hingga Montreal 2015. Djokovic sendiri masih memegang rekor kemenangan beruntun terpanjang di ATP Masters 1000 dengan 31 pertandingan, yang dicapainya antara Indian Wells 2011 hingga Cincinnati 2011.
Dengan 30 kemenangan beruntun, Sinner kini telah melampaui rekor Roger Federer yang mencatatkan 29 kemenangan beruntun di Masters 1000 dari Hamburg 2005 hingga Monte-Carlo 2006.
Peluang Career Golden Masters dan Lima Gelar Beruntun
Dengan mencapai babak keempat Internazionali BNL d’Italia 2026, Sinner berpeluang menjadi petenis putra kedua, setelah Djokovic, yang berhasil menyelesaikan Career Golden Masters. Ini berarti memenangi keseluruhan sembilan turnamen Masters 1000 sejak seri tersebut dimulai pada 1990, jika ia berhasil mengangkat trofi di Roma akhir pekan ini. Tahun lalu, Sinner dikalahkan Carlos Alcaraz di final Italian Open.
Selain itu, petenis berusia 24 tahun ini juga menjadi petenis pertama yang menjuarai lima turnamen Masters 1000 berturut-turut. Rentetan kemenangannya dimulai dari Madrid Open awal bulan ini, diikuti oleh Paris, Indian Wells, Miami, hingga Monte-Carlo dalam enam bulan terakhir. Pada babak 16 besar selanjutnya, Sinner akan menghadapi petenis peringkat 155 dunia, Andrea Pellegrino.
