Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mengumumkan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran akan menggelar dialog penting di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan ini. Pengumuman tersebut disampaikan Grossi dalam wawancara dengan harian Italia Corriere della Sera pada Rabu (25/3).

Grossi menjelaskan bahwa pembicaraan kali ini akan mencakup isu-isu yang lebih luas dari sebelumnya. “Kali ini, pembicaraan juga akan mencakup soal rudal, milisi yang terkait dengan Republik Islam, dan jaminan keamanan bagi Iran,” kata Grossi, merujuk pada topik sensitif yang menjadi inti ketegangan regional.

Menurut Grossi, ada kemungkinan solusi sementara dapat disepakati, meskipun tidak harus bersifat militer. Ia menyebut adanya rencana diplomatik alternatif yang menawarkan dua pendekatan. Pertama, penghentian sementara pengayaan uranium karena kondisi politik, militer, dan kepercayaan “yang belum memungkinkan”. Kedua, isu tersebut akan dikaji kembali dalam rentang waktu lima hingga 10 tahun mendatang.

Perundingan ini berlangsung di tengah eskalasi konflik yang signifikan. Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah berlangsung sejak 28 Februari, dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Iran membalas serangan tersebut dengan meluncurkan drone dan rudal ke Israel serta wilayah-wilayah di Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. Serangan balasan ini telah menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan serius pada pasar dan penerbangan global.

Berita ini bersumber dari Anadolu dan telah tayang di Antaranews.com.