PEKANBARU – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau dihentikan sementara. Keputusan ini diambil setelah hujan dilaporkan terjadi secara merata di berbagai wilayah Riau, menyebabkan kondisi Karhutla menjadi nihil.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, M Edy Afrizal, menyatakan bahwa upaya pemadaman Karhutla di Kabupaten Rokan Hilir dan Pelalawan yang sebelumnya sempat terjadi, kini telah berhasil diatasi. Tim gabungan sebelumnya telah berupaya memadamkan api baik melalui jalur darat maupun udara.

“Untuk Karhutla sudah nihil, beberapa daerah yang sebelumnya sempat ada Karhutla. Saat ini sudah padam. Hujan belakangan ini terjadi cukup merata di wilayah Riau,” kata Edy pada Rabu (13/5/2026).

Edy menjelaskan, total 64 ton garam telah disemai selama OMC berlangsung di Riau. Penghentian sementara OMC ini juga mempertimbangkan potensi risiko banjir jika volume air yang turun akibat modifikasi cuaca terlalu banyak.

“Untuk OMC dihentikan sementara, karena hujan sudah cukup banyak. Nanti kalau masih dilakukan dikhawatirkan malah terjadi banjir,” ujarnya.

Meskipun OMC dihentikan, pesawat yang digunakan untuk kegiatan tersebut masih bersiaga di Riau. Edy menambahkan bahwa pihaknya kini menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait apakah OMC akan dihentikan sepenuhnya atau akan dilanjutkan kembali di kemudian hari. Pesawat tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan patroli Karhutla.

“Pesawat untuk OMC nya masih ada di Riau, sembari menunggu arahan selanjutnya. Pesawat nya juga bisa digunakan untuk kegiatan patroli Karhutla,” pungkasnya.