Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Hendry Munief, menyoroti potensi besar perempuan dalam menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Hendry saat menghadiri Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah (SWA) Angkatan I di Riau pada Sabtu, 25 April 2026.
Menurut Hendry, perempuan membutuhkan dukungan ilmu digitalisasi yang memadai untuk mengembangkan UMKM mereka. Ia menekankan bahwa dengan pelatihan dan akses yang tepat, kaum perempuan dapat menjadi tulang punggung kemandirian ekonomi nasional.
Dukungan Digitalisasi dan Standarisasi Produk
“Dengan dukungan pelatihan dan akses yang tepat, mereka dapat menjadi pilar penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi nasional,” kata Hendry, dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta pada Senin, 27 April 2026.
Lebih lanjut, Hendry menjelaskan bahwa digitalisasi merupakan kunci utama untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing produk UMKM. Selain itu, standarisasi produk juga dianggap krusial agar UMKM mampu menembus pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Peran Penting Aisyiyah dalam Penguatan Ekonomi Perempuan
Acara Wisuda SWA Angkatan I ini diselenggarakan oleh Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PW Aisyiyah) Riau. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya penguatan kapasitas ekonomi perempuan di provinsi tersebut.
Ketua PW Aisyiyah Riau, Hikmani, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya program Sekolah Wirausaha Aisyiyah. Ia turut menegaskan betapa pentingnya peran perempuan dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan masyarakat.
“Kami berharap para lulusan tidak hanya menjadi pelaku usaha, tetapi juga agen perubahan yang mampu menginspirasi perempuan lainnya untuk mandiri secara ekonomi,” ucap Hikmani.
Program SWA diharapkan dapat terus melahirkan wirausahawan perempuan yang inovatif dan berdaya saing, berkontribusi nyata pada pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
