Gesit.idMataram, Lagu daerah Sasak Gugur Mayang kembali dihidupkan dalam interpretasi baru melalui re-aransemen oleh Lombok Ethno Fusion (LEF). Mengusung pendekatan jazz modern, versi ini resmi dirilis pada 31 Januari 2026 di berbagai platform musik digital, dengan misi khusus memperkenalkan Gugur Mayang kepada pecinta jazz mancanegara. Aransemen tersebut dirancang sebagai jembatan budaya, memadukan melodi asli Sasak dengan harmoni jazz yang kaya, ritme fleksibel, serta ruang improvisasi khas musik jazz global.

Pendekatan ini dipilih agar Gugur Mayang dapat diterima lebih luas oleh audiens internasional, terutama komunitas world jazz yang terbuka terhadap eksplorasi musik etnik. Bagi LEF, jazz adalah bahasa universal yang mampu membawa cerita budaya Nusantara tanpa menghilangkan identitas lokalnya.

Di tengah arus musik populer yang bergerak cepat dan kerap seragam, LEF memilih jalan berbeda. Kelompok musik asal Lombok ini tidak sekadar mengejar tren, tetapi merawat ingatan kolektif masyarakat Sasak. Sabtu, 31 Januari 2026, mereka resmi meluncurkan single kelima berjudul Gugur Mayang, tembang rakyat yang telah lama hidup dari generasi ke generasi.

“Sudah tayang di kanal YouTube,” ujar front man LEF, Chandra Irawan, singkat namun tegas. Pernyataan itu menandai bahwa Gugur Mayang kini memasuki ruang publik yang lebih luas, menjangkau pendengar lintas daerah bahkan lintas negara.

Gugur Mayang Versi Jazz Modern - Lombok Ethno Fusion

Berbeda dari lagu modern yang memiliki pencipta jelas, Gugur Mayang adalah warisan komunal. Lagu ini tumbuh dari tradisi lisan tanpa nama penggubah tunggal. Syahrul Barak, personel LEF yang memainkan bamboo flute, menegaskan karakter anonim tersebut. “Tanpa keterangan penciptanya,” ujarnya, menggambarkan bagaimana tembang ini telah hidup jauh sebelum era dokumentasi digital.

Gugur Mayang merupakan tembang nasihat yang bekerja melalui metafora alam: bunga mayang yang gugur, kembang gadung sebesar gunung, hingga simbol letusan yang merepresentasikan kehancuran akibat keserakahan. Pesan moralnya menekankan tanggung jawab generasi penerus untuk menjaga tanah air, memajukan daerah, dan menghindari pengkhianatan dalam lingkar kekuasaan.

Dalam konteks kekinian, LEF membalut pesan tradisional itu dengan pendekatan jazz fusion. Strategi ini tidak hanya musikal, tetapi juga visual. Syahrul menjelaskan bahwa setiap lagu selalu disertai video klip agar tidak terasa “garing”. Langkah tersebut membuat identitas Sasak hadir sebagai paket utuh: bunyi, gambar, lanskap, dan simbol budaya.

Apresiasi datang dari berbagai kalangan. Wing Irawan, pemimpin Yoiakustik, menilai rilisan ini sebagai pengalaman kultural, bukan sekadar produk hiburan. “Musik bukan hanya soal teknik memainkan nada, tetapi tentang mengalami musik itu sendiri,” ungkapnya. Ia melihat Gugur Mayang sebagai ruang etik dan estetik yang melampaui batas industri.

Gugur Mayang Versi Jazz Modern - Lombok Ethno Fusion seruling

Sementara itu, Soni Hendrawan, musikalisator dari Sukabumi, menangkap nuansa yang mengingatkannya pada Casiopea dan Krakatau. “Genre jazz, subgenre fusion, bossanova,” katanya. Menurutnya, kekuatan LEF terletak pada kemampuan menjaga identitas lokal tanpa kehilangan daya jelajah global.

Secara kolektif, LEF digerakkan oleh formasi yang saling melengkapi: Chandra Irawan (gitar), Syahrul Barak (bamboo flute), Mariadi “Adi” Basri (vokal, saron, gendang), Agustian Putra (drum), Tannya “Anya” Efritzka (keyboard), Lalu Sukmayadi (bass), dan Ayong Ferdianto (saron, rencek). Instrumen tradisional tidak diposisikan sebagai ornamen, melainkan pusat narasi bunyi yang setara dengan instrumen modern.

Melalui Gugur Mayang, Lombok Ethno Fusion menunjukkan bahwa tradisi tidak harus dibekukan. Ia dapat ditafsir ulang, berdialog dengan jazz modern, dan tetap membawa ruh leluhur. Musik pun tidak lagi sekadar didengar, melainkan dialami sebagai ingatan kolektif yang terus gugur dan tumbuh kembali dalam siklus kehidupan.

Single Gugur Mayang (Jazz Version) kini dapat dinikmati melalui Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan berbagai layanan streaming internasional lainnya, menjadi langkah baru bagi musik Sasak menapaki panggung dunia.

Press Release hubungi: 08567892305