Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pentingnya hilirisasi ekonomi berbasis desa. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. Penegasan tersebut disampaikan usai Gubernur Iqbal menanam 2.000 bibit kakao di Desa Rempek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara (KLU), pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Iqbal menekankan komitmen pembangunan yang selaras dengan alam. “Sekarang kita fokuskan semua upaya pembangunan di Lombok Utara harus bersahabat dengan alam. Nanti kita akan datangkan beberapa ahli untuk bicara dan melihat potensi kakao di sini, sehingga bisa memberikan masukan kepada Pemkab Lombok Utara dan Pemprov untuk melakukan hilirisasi,” ujar Lalu Muhamad Iqbal.

Menurutnya, Kabupaten Lombok Utara memiliki potensi agraris yang sangat besar. Komoditas seperti durian, kopi, alpukat, dan kakao menjadi andalan daerah ini. “Kalau kita datang ke KLU ini, kita lihat masa depan,” tambahnya, menggambarkan optimisme terhadap potensi wilayah tersebut.

Selain kakao, Gubernur NTB juga menyoroti potensi hilirisasi kelapa yang dapat diolah menjadi beragam produk bernilai ekonomi tinggi. Ia memberikan gambaran detail mengenai berbagai produk turunan kelapa. “Coba bayangkan kalau kelapa ini kita lakukan hilirisasi. Airnya bisa jadi nata de coco, dagingnya jadi coco butter untuk kosmetik mahal, tempurungnya jadi karbon aktif, sabut-nya jadi jok mobil mewah. Bayangkan berapa nilainya kalau kita bisa lakukan hilirisasi di sini, sudah kayak surga Lombok Utara ini,” jelasnya.

Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa seluruh program pembangunan Pemerintah Provinsi NTB berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. “Semua program pembangunan dilakukan dalam rangka menyejahterakan rakyat dari level yang paling bawah yaitu desa. Mulai dari makan bergizi gratis, koperasi, hingga peternakan rakyat berbasis desa,” pungkasnya.