Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, angkat bicara menyikapi perubahan besar di ajang MotoGP menyusul masuknya Liberty Media sebagai pemegang saham mayoritas. Perusahaan asal Amerika Serikat itu kini resmi menguasai sebagian besar saham Dorna Sports, operator utama MotoGP sebelumnya.

Setelah proses akuisisi rampung, entitas pengelola kompetisi balap motor paling bergengsi di dunia itu bertransformasi dengan nama baru, yakni MotoGP Sports Entertainment Group. Langkah ini memicu berbagai harapan sekaligus kekhawatiran di kalangan para pembalap.

Harapan dan Peringatan Francesco Bagnaia

Bagnaia menilai kehadiran Liberty Media berpotensi membawa perubahan signifikan bagi MotoGP, terutama dari sisi komersial dan penyajian hiburan kepada para penggemar. Liberty Media sendiri dikenal luas atas keberhasilannya mengubah wajah Formula 1 sejak mengambil alih pengelolaannya pada tahun 2017.

Di bawah manajemen Liberty Media, balapan F1 kini dikemas lebih atraktif dengan berbagai acara pendukung besar yang mengiringi setiap seri, menarik audiens yang lebih luas. Kesuksesan serupa diharapkan dapat direplikasi di MotoGP.

Meski demikian, Bagnaia memberikan peringatan tegas. Ia menekankan bahwa MotoGP memiliki karakter dan identitas yang berbeda, yang tidak boleh dihilangkan hanya demi aspek hiburan semata. Bagnaia menggarisbawahi pentingnya menjaga esensi balapan motor tersebut agar tidak kehilangan daya tariknya yang unik.