Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) menegaskan peran vital Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu sebagai salah satu pilar utama dalam melahirkan generasi intelektual yang kompetitif di wilayah tersebut. Penegasan ini disampaikan dalam Sidang Senat terbuka Dies Natalis ke-59 UIN Datokarama pada Selasa, 5 Mei 2026.

Asisten Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Pemprov Sulteng, Farid Rifai, menyatakan bahwa kehadiran UIN Datokarama menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sulawesi Tengah. Ia menekankan bahwa kampus ini tidak hanya mencetak individu cerdas secara akademik, tetapi juga berintegritas moral dan spiritual.

“Kampus UIN menjadi pilar penting dalam mencetak generasi intelektual yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual,” ujar Farid Rifai di Kota Palu, Selasa.

Farid Rifai menambahkan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, di usianya yang ke-59 tahun, UIN Datokarama diharapkan menjadi pusat inovasi, pengembangan ilmu pengetahuan, serta motor penggerak perubahan sosial.

“Kampus UIN harus melahirkan lulusan yang adaptif, kreatif, dan mampu bersaing, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional dan global,” tegasnya.

Pemprov Sulteng, lanjut Farid Rifai, berkomitmen penuh untuk terus menjalin kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah. Ia meyakini bahwa kemajuan suatu wilayah sangat bergantung pada kualitas pendidikan.

“Kami percaya bahwa kemajuan daerah sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan, dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, akademisi, maupun masyarakat,” jelasnya.

Kolaborasi erat antara pemerintah dan akademisi perguruan tinggi ini, menurutnya, akan mempercepat pembangunan daerah dan secara langsung berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Rektor UIN Datokarama Palu, Prof. Lukman Thahir, menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menyukseskan program pembangunan.

“Tugas kami mencetak SDM unggul, lalu tugas pemerintah menyiapkan lapangan kerja kepada masyarakat. Kemudian dukungan kami terhadap pembangunan ikut menyukseskan program Sembilan Berani sebagai program prioritas Sulteng,” kata Prof. Lukman Thahir.