Eks tempat wisata Kampung Gajah di Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, mendadak menjadi sorotan publik setelah penemuan sesosok mayat laki-laki. Jasad tersebut ditemukan oleh seorang konten kreator saat melakukan siaran langsung (live) di platform TikTok pada Jumat, 13 Februari 2026.
Penemuan ini sontak menghebohkan warga setempat dan masyarakat luas. Enang Adiana (40), penjaga kawasan Kampung Gajah, menyatakan bahwa peristiwa ini merupakan kejadian pertama yang begitu menggegerkan.
“Kalau kasus ramai seperti temuan mayat baru sekarang ya, dulu enggak pernah seheboh seperti sekarang,” ujar Enang saat ditemui pada Senin, 16 Februari 2026.
Kampung Gajah, yang berlokasi di Jalan Sersan Bajuri, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, dulunya merupakan destinasi wisata populer di sekitar Lembang. Kawasan seluas sekitar 48 hektare ini mulai beroperasi pada tahun 2009, setelah sebelumnya dikenal sebagai area perumahan bernama Century Hill.
Terkait isu mistis yang kerap dikaitkan dengan Kampung Gajah dan menjadi daya tarik bagi pembuat konten, Enang membantahnya. “Kalau mistis-mistis itu enggak ada, paling hanya buat video-video biasa saja,” jelasnya.
Menurut Enang, Kampung Gajah mulai mengalami penurunan jumlah pengunjung sejak tahun 2017 dan akhirnya resmi ditutup total pada tahun 2018. Beberapa faktor disebut menjadi penyebab sepinya tempat wisata ini, antara lain harga tiket dan wahana yang dinilai mahal, serta maraknya destinasi wisata baru di wilayah Lembang.
“Isunya memang mahal. Terus juga banyak wisata baru yang buka, jadi pengunjungnya terpecah,” lanjut Enang.
Saat masih berjaya, Kampung Gajah dikenal memiliki beragam wahana permainan outdoor, mulai dari ATV hingga waterboom. Setelah ditutup, lokasi ini sempat dimanfaatkan untuk aktivitas warga, termasuk sebagai Pasar Minggu yang ramai dikunjungi.
“Setelah tutup total sempat dipakai untuk Pasar Minggu, itu mulai ramainya sekitar awal-awal COVID. Pengunjungnya bisa sampai 4 ribu orang per minggu,” ungkap Enang.
Saat ini, status lahan eks Kampung Gajah masih dalam proses pelelangan. Enang menjelaskan bahwa kawasan tersebut dibiarkan terbengkalai, dan ia bertugas mengurusnya, termasuk mengatasi warga yang kadang membuang sampah di sana.
Di lokasi penemuan mayat, beberapa warga terlihat mendatangi area tersebut untuk melihat lebih dekat. Namun, mereka tidak dapat mendekat karena garis polisi telah terpasang di sekitar tempat kejadian.
