Dua nelayan asal Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut, berhasil ditemukan dalam keadaan selamat pada Minggu (15/3/2026). Keduanya ditemukan setelah menjalani operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) maritim gabungan yang intensif.
Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Kasat Polairud) Polres Parigi Moutong, Iptu Gigih Winanda, mengidentifikasi kedua nelayan tersebut sebagai Gilang Agil (21) dan Agil (19). Keduanya merupakan warga RT 13 RW 06 Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi.
Kronologi Hilangnya Nelayan
Iptu Gigih menjelaskan, Gilang Agil dan Agil berangkat melaut pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 13.00 WITA. Mereka menggunakan perahu dari pesisir Bantaya dengan tujuan mencari ikan di perairan yang berjarak sekitar empat jam perjalanan dari daratan.
Menurut kebiasaan, kedua nelayan tersebut biasanya hanya melaut selama satu malam dan kembali ke darat pada keesokan harinya. Namun, kali ini mereka tidak kunjung kembali.
“Namun, hingga Jumat (13/3) malam, keduanya belum kembali, sehingga pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada tim SAR maritim,” kata Iptu Gigih.
Operasi SAR Gabungan Diluncurkan
Setelah menerima laporan sekitar pukul 22.30 WITA, jajaran Satpolairud Polres Parigi Moutong segera berkoordinasi dengan berbagai pihak. Koordinasi melibatkan nelayan, penjaga rumpon, serta kapal-kapal penangkap ikan yang beroperasi di wilayah perairan tersebut.
Pihak kepolisian juga menghubungi para pengusaha perikanan untuk menyebarkan informasi kepada penjaga rumpon dan nakhoda kapal agar segera melapor jika menemukan keberadaan kedua nelayan. Tim gabungan yang terdiri atas personel Satpolairud Polres Parigi Moutong, Ditpolairud Polda Sulawesi Tengah, TNI AL, Basarnas, BPBD, serta keluarga korban, berkumpul di pesisir pantai Bantaya sebagai titik awal pencarian.
Ditemukan Selamat dan Kondisi Korban
Di tengah proses pencarian, tim SAR menerima informasi krusial dari seorang penjaga rumpon. Informasi tersebut menyatakan bahwa kedua nelayan berhasil menyelamatkan diri dan berada di Rumpon Waras, milik seorang nelayan bernama Ipan.
Menindaklanjuti informasi tersebut, sebuah kapal penangkap ikan terdekat segera diarahkan untuk melakukan evakuasi. Dalam perjalanan kembali ke darat, kapal tersebut bertemu dengan perahu tim SAR maritim gabungan, sehingga kedua korban dipindahkan ke perahu tim SAR untuk segera dibawa ke pantai Bantaya.
Setibanya di pesisir Bantaya, kedua korban langsung mendapatkan pertolongan pertama. Selanjutnya, mereka dibawa ke RSUD Anutaloko Parigi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
“Salah satu korban mengalami luka akibat sempat digigit ikan hiu saat terombang-ambing di tengah laut,” ungkap Iptu Gigih.
Apresiasi dan Imbauan Keselamatan
Dengan ditemukannya kedua nelayan tersebut dalam keadaan selamat, operasi SAR maritim gabungan secara resmi dinyatakan selesai. Iptu Gigih Winanda mengapresiasi kerja sama semua pihak yang terlibat dalam proses pencarian hingga evakuasi korban.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama seluruh unsur yang terlibat, mulai dari personel Polairud, TNI AL, Basarnas, BPBD hingga para nelayan dan penjaga rumpon yang cepat memberikan informasi di lapangan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut serta memperhatikan kondisi cuaca sebelum berangkat.
