TANGERANG – Stadion Indomilk Arena menjadi saksi bisu drama menegangkan saat Dewa United berhasil mengamankan tiga poin penuh atas Persijap Jepara. Kemenangan tuan rumah ditentukan oleh kegagalan eksekusi penalti Persijap di menit 90+ yang berhasil ditangkis gemilang oleh kiper Dewa United, Sonny Stevens, pada laga yang berlangsung Rabu (30/4/2026) malam.
Pertandingan ini bukan sekadar laga biasa bagi kedua tim. Dewa United berjuang keras untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara dan menjauh dari zona degradasi, sementara Persijap datang dengan kepercayaan diri tinggi berkat catatan apik lima laga tak terkalahkan sebelumnya.
Kronologi Laga: Dari Ketegangan Hingga Penalti Krusial
Babak pertama berjalan intens dengan kedua tim saling jual beli serangan, namun tidak ada gol yang tercipta. Dewa United sempat menciptakan beberapa peluang dari sektor sayap, tetapi pertahanan Persijap tampil solid. Tim tamu juga nyaris unggul setelah tendangan bebas dari luar kotak penalti membentur mistar gawang.
Kebuntuan pecah pada menit ke-67. Dewa United berhasil memanfaatkan serangan cepat dari sayap kanan untuk mencetak gol pembuka, mengubah skor menjadi 1-0. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Persijap merespons cepat dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-79 melalui skema bola mati.
Ketika pertandingan diprediksi akan berakhir imbang, insiden krusial terjadi di kotak penalti Dewa United pada menit ke-90+3. Wasit menunjuk titik putih setelah menilai adanya pelanggaran, memberikan Persijap kesempatan emas untuk mencuri kemenangan di menit-menit akhir.
Sonny Stevens: Pahlawan di Bawah Mistar Gawang
Di tengah tekanan tinggi, Sonny Stevens, kiper berdarah Indonesia-Belanda milik Dewa United, muncul sebagai pahlawan. Dengan tenang, Stevens berhasil membaca arah tendangan penalti Persijap dan menepis bola keluar dari gawang, menjaga skor tetap 1-1 dan memastikan Dewa United tidak kehilangan poin di kandang.
“Saya hanya melakukan pekerjaan saya dan berdoa sebelum laga. Penalti adalah momen 50-50, dan Alhamdulillah saya bisa membaca arahnya dengan benar,” ujar Stevens usai pertandingan.
Rekor Apik Persijap Kandas di Indomilk Arena
Persijap Jepara datang ke Tangerang dengan rekor impresif, yakni tidak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir mereka, dengan tiga kemenangan dan dua hasil imbang. Sayangnya, catatan positif tersebut harus terhenti di tangan Dewa United.
Secara statistik, Persijap sedikit unggul dalam penguasaan bola dengan 53% berbanding 47%. Mereka juga melepaskan 12 tembakan, dengan lima di antaranya mengarah tepat ke gawang. Namun, efektivitas menjadi kendala utama, terutama pada momen krusial kegagalan penalti.
Komentar Pelatih Mario Lemos: Akui Kesalahan Fatal
Pelatih Persijap, Mario Lemos, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya dalam konferensi pers pasca-pertandingan.
“Kami memiliki rencana permainan yang jelas. Pemain sudah bekerja keras, tetapi ada kesalahan fatal yang membuat kami kehilangan konsentrasi di momen penting. Gol pertama kami terlalu mudah memberikan ruang di sisi pertahanan, dan pada penalti terakhir, tekanan mental memenangkan segalanya,” jelas Lemos.
Lemos menekankan pentingnya menjadikan kekalahan ini sebagai pelajaran berharga bagi timnya. “Kami punya tim yang bagus. Tapi sepak bola itu kejam. Salah sedikit di menit akhir, semuanya bisa hilang,” tambahnya.
Dampak Laga bagi Klasemen
Kemenangan dramatis ini memberikan dampak positif signifikan bagi Dewa United, yang berhasil memangkas jarak dengan tim-tim di atasnya dan menjauh dari zona degradasi. Sebaliknya, Persijap harus rela menelan kekalahan perdana setelah rentetan hasil positif, yang tentu akan menjadi evaluasi penting bagi tim pelatih.
