Washington – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa Raja Inggris Charles III kemungkinan besar akan mendukung operasi militer AS melawan Iran. Pernyataan ini disampaikan Trump di tengah ketegangan geopolitik dan kritik terhadap sekutu Eropa.

“Jika itu terserah Raja Charles, dia mungkin akan membantu kami melawan Iran,” kata Trump kepada wartawan pada Rabu (29/4). Ia menambahkan bahwa sang raja juga akan mengikuti saran AS terkait Ukraina, mengindikasikan potensi dukungan Inggris di bawah kepemimpinan monarki.

Sebelumnya pada Maret, Trump telah menyatakan kekecewaannya terhadap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Kekecewaan tersebut muncul karena Starmer menolak membantu AS dalam konflik dengan Iran. “Ini bukan Winston Churchill yang sedang kita hadapi,” ujar Trump, membandingkan kepemimpinan Starmer dengan tokoh historis Inggris.

Presiden AS itu juga mengkritik kebijakan migrasi dan energi yang diterapkan oleh Starmer, menambah daftar ketidakpuasannya terhadap pemerintahan Inggris saat ini.

Pada 1 April, Trump bahkan mengungkapkan bahwa ia sangat mempertimbangkan untuk menarik AS dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Ancaman ini muncul setelah para sekutu menolak untuk bergabung dalam perang AS-Israel melawan Iran.

Trump menegaskan bahwa ia tidak lagi melihat Eropa sebagai mitra pertahanan yang dapat diandalkan, terutama setelah negara-negara Eropa menolak seruannya untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang vital.