Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, memastikan wilayahnya akan menjadi lokasi program hilirisasi pabrik pakan ternak sebagai proyek prioritas pemerintah pusat senilai Rp1,7 triliun pada tahun 2026. Proyek strategis ini diharapkan mampu mendorong sektor peternakan ayam nasional, khususnya di wilayah Pulau Sumbawa.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Ilham, menjelaskan bahwa pemerintah daerah sebelumnya telah mengusulkan tiga program kepada pemerintah pusat. “Dari tiga usulan itu, yang disetujui adalah pembangunan pabrik pakan ternak. Ini yang akan kita fokuskan untuk segera direalisasikan,” kata Ilham kepada ANTARA di Dompu, Kamis (19/3/2026).

Persiapan Lahan dan Penilaian Kelayakan

Sebagai syarat utama, pemerintah daerah diminta menyiapkan lahan minimal seluas 10 hektare. Ilham menyebutkan, sejumlah lokasi alternatif telah disiapkan, termasuk lahan milik pemerintah daerah seluas 13 hektare yang berada di perbatasan Desa Madaprama, Kecamatan Woja, dan Desa Soriutu, Kecamatan Manggelewa.

“Lahan di Madaprama-Tekasire itu luasnya sekitar 13 hektare milik pemda, sehingga sudah memenuhi syarat minimal yang diminta,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mengkaji beberapa opsi lahan lain di wilayah Kecamatan Woja dan Manggelewa dengan luas antara 7 hingga 10 hektare. Ilham menegaskan bahwa keputusan akhir terkait lokasi pembangunan akan ditentukan oleh pemerintah pusat setelah melalui proses penilaian kelayakan.

“Tim dari pusat sudah turun sekitar dua minggu lalu untuk melihat langsung kesiapan dan progres di lapangan,” ungkapnya.

Menunggu MoU dan Target Pembangunan

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Dompu masih menunggu undangan dari kementerian terkait bersama pihak Danantara untuk penandatanganan nota kesepahaman (MoU). MoU tersebut akan memuat rincian pembiayaan proyek senilai Rp1,7 triliun ini.

Ilham menambahkan, pelaksanaan pembangunan ditargetkan mulai tahun ini, dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) akan dilakukan setelah MoU ditandatangani. “Insya Allah, tahun ini sudah mulai kegiatan, bersamaan dengan groundbreaking,” pungkasnya.

Pembangunan pabrik pakan ternak ini diharapkan menjadi motor penggerak hilirisasi peternakan ayam di Pulau Sumbawa, sekaligus meningkatkan nilai tambah produk peternakan dan memperkuat perekonomian daerah berbasis sektor peternakan.