Lombok Timur — Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ijo Balit di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menghadapi ancaman kelebihan kapasitas serius. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat mencatat volume sampah yang masuk ke TPA tersebut mencapai 112 ton per hari selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Timur, Pathurahman, mengungkapkan kekhawatirannya. “Kami mengkhawatirkan tempat pembuangan akhir Ijo balit, segera overload. Hal ini melihat jumlah sampah yang terbuang ke TPA saat ini mencapai 112 ton per hari. Bahkan lebih banyak saat musim hujan,” kata Pathurahman di Lombok Timur, Selasa (10/3/2026).
Angka 112 ton sampah per hari tersebut, lanjut Pathurahman, baru berasal dari kecamatan-kecamatan yang terlayani oleh dinas. Ia menegaskan bahwa penanganan masalah sampah ini membutuhkan keseriusan dari semua pihak. “Ini artinya bahwa dibutuhkan penanganan serius masalah sampah ini,” ujarnya.
Pilah Sampah dari Rumah Tangga Mendesak
Pathurahman menyoroti minimnya pemilahan sampah dari produsen, yakni rumah tangga. Ia menyarankan agar masyarakat mulai memilah sampah langsung dari sumbernya. “Mana sampah-sampah yang bisa dimanfaatkan, sehingga yang terbuang ke TPA tidak terlalu banyak,” jelasnya.
Dengan luas lahan TPA Ijo Balit sebesar 10,87 hektare, sekitar 7,7 hektare di antaranya telah terpakai. Mengingat sisa lahan yang ada dan total penduduk Lombok Timur yang mencapai 1,4 juta jiwa, TPA tersebut terancam kelebihan kapasitas dalam waktu dekat.
Peningkatan aktivitas masyarakat, terutama selama Ramadhan, turut berkontribusi pada lonjakan volume sampah. “Semakin tinggi aktifitas maka semakin banyak juga sampah yang dihasilkan. Terlebih saat ini juga ada sampah MBG sehingga volume sampah menjadi meningkat,” kata Pathurahman.
Potensi Overload dalam Lima Tahun
Dari 21 kecamatan di Lombok Timur, DLH hanya melayani pengangkutan sampah di 19 kecamatan, dan tidak semua desa dapat terlayani. Banyak desa yang mengelola pengangkutan sampahnya sendiri. “Banyak desa yang mengangkut sampah sendiri menggunakan armada sendiri,” ungkap Pathurahman.
Jika seluruh sampah dari 21 kecamatan masuk ke TPA Ijo Balit, volume sampah harian bisa mencapai 500 ton atau lebih. Kondisi ini dikhawatirkan akan menyebabkan TPA Ijo Balit kelebihan kapasitas dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Pathurahman menambahkan, keberadaan pemulung yang membantu memilah sampah di TPA sangat membantu. “Kami merasa terbantu dengan pemulung yang memilih sampah di TPA,” katanya.
DLH Kabupaten Lombok Timur memastikan pelayanan pengangkutan sampah akan tetap berjalan normal selama bulan puasa tanpa libur. “Di bulan puasa pelayanan akan tetap kami lakukan. Tidak ada libur, pelayanan tetap normal,” tegasnya.
Menanggapi instruksi presiden terkait darurat sampah, Pathurahman menyatakan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti dengan menggelar aksi bersih-bersih sampah di Kota Selong, melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sistem Control Landfill untuk Cegah Ledakan
Sementara itu, Kepala Unit TPA Ijo Balit, Suhardan, menjelaskan bahwa penanganan sampah di TPA menerapkan sistem control landfill. Setiap empat hari sekali, tim melakukan penimbunan tanah dan penggilingan menggunakan alat berat.
Proses ini bertujuan untuk mempercepat pembusukan sampah dan mencegah potensi ledakan akibat akumulasi gas metana. “Setiap empat hari sekali kita melakukan penimbunan untuk mempercepat pembusukan sampah dan menghindari ledakan,” kata Suhardan.
