Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menargetkan pembangunan 29 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pada tahun 2026. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir di wilayah tersebut.

Ahli Muda Pengelola Produksi Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulteng, Agung, mengungkapkan bahwa puluhan lokasi tersebut sedang dalam tahap survei. “Target 29 lokasi sementara di survei dari tim Kementerian Kelautan RI di tahun ini,” kata Agung di Palu, Jumat (22/5/2026).

Berdasarkan survei topografi Pembangunan KNMP 2026 oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), 29 lokasi KNMP tersebut tersebar di 12 kabupaten se-Sulawesi Tengah. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dan daerah untuk mengembangkan potensi kelautan dan perikanan.

Sebaran Lokasi KNMP di Sulawesi Tengah

  • Kabupaten Banggai Kepulauan: Balalon, Mamulusan, Patukuki.
  • Kabupaten Donggala: Desa Boneoge dan Ganti.
  • Kabupaten Parigi Moutong: Boyantongo, Dusunan, Pelawa Baru, Samabahari, Sausu Tambu.
  • Kabupaten Banggai: Bualemo B, Moilong, Poh, Pulo Dua, Rata.
  • Kabupaten Buol: Buol, Kwala Besar, Taat, dan Tamit.
  • Kabupaten Tojo Una-Una: Kavetan, Podi, Tete B.
  • Kabupaten Morowali Utara: Kolo Bawah.
  • Kabupaten Toli-Toli: Laulalang dan Nalu.
  • Kabupaten Banggai Laut: Mandel, Tolokibit, Toropot.
  • Kabupaten Morowali: Moahino.

Kriteria dan Tantangan Pembangunan KNMP

Agung menjelaskan, terdapat enam kriteria utama sebagai calon lokasi KNMP. Kriteria tersebut meliputi mayoritas mata pencarian penduduk di lokasi adalah nelayan, tersedianya tanah clear and clean, tersedia jaringan listrik dan sumber air yang memadai, serta terdapat potensi sumber daya ikan yang dapat dikembangkan.

Namun, Agung juga menyoroti tantangan dalam pembangunan KNMP di berbagai kabupaten/kota. Tantangan utama adalah ketersediaan lahan yang clear and clean serta ketersediaan kelembagaan Koperasi Merah Putih (KMP) sebagai pengelola KNMP di setiap lokasi.