Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), telah menyalurkan tiga ton beras cadangan pangan kepada ratusan keluarga korban bencana hidrometeorologi di Kecamatan Ampenan. Bantuan ini ditujukan untuk meringankan beban 300 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak.
Kepala DKP Kota Mataram, Sudirman, menjelaskan bahwa beras tersebut berasal dari cadangan pangan bencana Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram tahun 2026. “Bantuan sudah kami salurkan melalui posko logistik di Kampung Bugis, Ampenan, pada Jumat (23/1-2026),” kata Sudirman di Mataram, Sabtu (24/1/2026).
Distribusi Tepat Sasaran untuk Korban Bencana
Sudirman merinci, tiga ton beras yang didistribusikan ini khusus dialokasikan bagi korban bencana hidrometeorologi yang meliputi gelombang pasang, angin kencang, banjir rob, serta banjir akibat luapan air sungai. Beras tersebut telah dikemas dalam ukuran 10 kilogram per karung untuk memudahkan proses pendistribusian kepada para korban.
Pihak DKP bertugas mengantar beras hingga ke posko logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, yang juga berfungsi sebagai dapur umum. Selanjutnya, pembagian langsung kepada korban terdampak menjadi tanggung jawab pihak kelurahan.
“Tujuannya agar bantuan bisa tepat sasaran, sesuai dengan nama korban terdampak yang diajukan pihak kelurahan dan kecamatan,” tegas Sudirman, menekankan pentingnya akurasi data dalam penyaluran bantuan.
Usulan Data Korban dari Kecamatan Lain Ditunggu
Untuk pendistribusian bantuan beras bagi korban bencana hidrometeorologi di kecamatan lain, Sudirman menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu usulan resmi dari masing-masing lurah dan kecamatan. Bantuan beras cadangan pangan ini tidak dapat dikeluarkan tanpa adanya usulan yang menjadi dasar pengajuan Surat Keputusan (SK) kepala daerah.
“Kami harap pihak kelurahan dan kecamatan segera mengusulkan data warga mereka yang menjadi korban bencana hidrometeorologi. Makin cepat, lebih bagus,” ujarnya, mendorong percepatan proses pendataan.
Sudirman juga memastikan bahwa stok beras cadangan pangan bencana yang dimiliki DKP untuk tahun 2026 masih mencukupi. Dari total 20 ton yang tersedia, baru tiga ton yang telah dikeluarkan untuk korban di Kecamatan Ampenan. “Jadi, kami masih punya stok beras cadangan pangan sebanyak 17 ton,” pungkasnya.
