Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menyiagakan sebanyak 177 puskesmas dan 46 rumah sakit di seluruh wilayahnya untuk menyambut arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah ini diambil untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan pemudik tetap optimal selama masa libur Lebaran.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, Lalu Hamzi Fikri, di Mataram pada Selasa, menegaskan bahwa seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di NTB telah diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan. “Hal ini untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan pemudik tetap optimal selama masa libur Lebaran,” ujarnya.

Fikri menjelaskan, fasilitas kesehatan yang disiagakan tersebut harus memastikan layanan kegawatdaruratan beroperasi 24 jam, dukungan tenaga medis yang memadai, ketersediaan obat-obatan, serta kesiapan ambulans untuk penanganan rujukan. “Ada 177 puskesmas dan 46 rumah sakit di seluruh wilayah NTB disiagakan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan pemudik,” tambahnya.

Selain itu, Dinas Kesehatan NTB bersama Dinas Kesehatan kabupaten/kota juga menugaskan tenaga medis dan ambulans untuk bersiaga di pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu yang telah disiapkan oleh aparat kepolisian di berbagai titik jalur mudik. “Kami juga minta penempatan tenaga medis ini dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan guna memberikan pelayanan kesehatan langsung bagi para pemudik,” kata Fikri.

Salah satu titik pelayanan kesehatan bagi pemudik juga disiapkan secara khusus di Terminal Tipe A Mandalika. Layanan ini didukung oleh tim medis dari berbagai rumah sakit yang bertugas secara bergiliran selama masa arus mudik. Rumah sakit yang terlibat antara lain Rumah Sakit Universitas Mataram, RSUD Moh Ruslan Kota Mataram, RS Mandalika NTB, serta beberapa rumah sakit lainnya yang turut menugaskan tenaga medis dan ambulans.

Untuk memperkuat sistem penanganan kegawatdaruratan di lapangan, Pelaksana Tugas Direktur Utama RSUD Provinsi NTB itu juga menyatakan bahwa layanan Public Safety Center 119 akan dioptimalkan di 10 kabupaten/kota di NTB. “Untuk memperkuat sistem penanganan kegawatdaruratan di lapangan, layanan Public Safety Center 119 juga dioptimalkan di 10 kabupaten/kota di NTB,” ujarnya.

Pihaknya juga akan melakukan pemantauan dan surveilans situasi khusus terhadap kejadian penyakit selama masa mudik. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi kejadian luar biasa atau masalah kesehatan lainnya yang mungkin timbul.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan risiko kesehatan dan keselamatan perjalanan, Dinas Kesehatan NTB juga melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis bagi awak bus di Terminal Mandalika. Fikri berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dan arus balik dengan aman, nyaman, dan tetap sehat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan, memastikan tubuh dalam kondisi sehat sebelum berangkat, serta memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia apabila mengalami keluhan kesehatan selama perjalanan,” pungkas Lalu Hamzi Fikri.