Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, memastikan Puskesmas Mataram akan tetap berfokus pada pelayanan kontrol rutin penyakit kronis, penanganan penyakit menular, serta berbagai layanan preventif lainnya. Meskipun memiliki tingkat kunjungan yang tinggi, fasilitas kesehatan ini tidak akan dialihfungsikan menjadi puskesmas rawat inap.

Kepala Dinkes Kota Mataram, Emirald Isfihan, menjelaskan bahwa Puskesmas Mataram akan melayani pemeriksaan calon pengantin (catin), USG gratis bagi ibu hamil, serta konsultasi gizi dan lingkungan. “Selain itu, untuk pemeriksaan calon pengantin (catin), USG gratis bagi ibu hamil, serta konsultasi gizi dan lingkungan,” kata Emirald di Mataram, Senin (16/2/2026).

Emirald menegaskan, keputusan untuk tidak menjadikan Puskesmas Mataram sebagai fasilitas rawat inap, meskipun kunjungan mencapai 150-200 pasien per hari, bertujuan untuk mendorong masyarakat datang dalam kondisi sehat. “Tujuannya mendorong masyarakat datang ke Puskesmas dalam kondisi sehat untuk melakukan pencegahan, bukan hanya saat sudah sakit,” ujarnya.

Relokasi dan Pengembangan Infrastruktur

Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan, Dinkes Kota Mataram juga tengah mempersiapkan rencana relokasi Puskesmas Mataram ke lahan bekas SDN 19 Mataram. Relokasi ini dinilai mendesak mengingat kondisi bangunan Puskesmas Mataram saat ini yang sudah terlalu padat dan lahannya tidak memungkinkan untuk pengembangan lebih lanjut.

Keberadaan Puskesmas Mataram di pusat kota dengan jumlah kunjungan pasien yang sangat tinggi, mencapai 150 hingga 200 pasien per hari, semakin memperkuat urgensi relokasi. “Dengan relokasi, kami bisa menambah kebutuhan ruang untuk membuka layanan baru, seperti layanan fisioterapi dan lainnya,” tambah Emirald.

Selain Puskesmas Mataram, pemerintah kota juga memprioritaskan rehabilitasi dua fasilitas kesehatan lainnya pada awal tahun ini, yaitu Puskesmas Pagesangan dan Puskesmas Pembantu (Pustu) Monjok. Untuk kedua proyek ini, anggaran sebesar Rp3,3 miliar telah disiapkan. “Untuk anggaran, kami sudah siapkan Rp3,3 miliar yakni Rp2,2 miliar untuk renovasi Puskesmas Pagesangan dan Rp1,1 miliar untuk Pustu Monjok,” jelas Emirald.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, H Lalu Alwan Basri, sebelumnya mengungkapkan bahwa pemindahan Puskesmas Mataram telah dirancang sejak tahun 2023. Langkah ini diambil guna meningkatkan kenyamanan layanan kesehatan bagi masyarakat.

Terkait dengan rencana tersebut, setelah proses penggabungan dua SD negeri di Punia, yakni SD Negeri 15 dan SD 19, gedung SD Negeri 19 akan dialihfungsikan menjadi Puskesmas Mataram. “Merger dua sekolah itu sudah diselesaikan oleh Dinas Pendidikan dan kedua sekolah itu bisa dimerger. SD 15 sudah kami tambah rombongan belajar dan sarana yang lain agar siswa SD 19 bisa ditampung,” kata H Lalu Alwan Basri.

Proses pemindahan Puskesmas Mataram ditargetkan dapat direalisasikan pada tahun 2027. Rencana ini sudah masuk dalam rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) dan program strategis pemerintah daerah, sehingga tinggal menunggu waktu pelaksanaannya.