Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengintensifkan program vaksinasi campak di 35 kabupaten/kota menyusul lonjakan kasus yang mencapai 2.188 hingga Kamis (9/4/2026). Upaya ini dilakukan untuk mencegah peningkatan kasus yang lebih besar, terutama setelah skrining awal April menunjukkan adanya tren kenaikan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Abdul Hakam, menyatakan kewaspadaan terhadap fenomena ini. “Kami mewaspadai dengan terjadinya booming campak akhir-akhir ini terutama di daerah pinggiran,” ujarnya. Di Kudus sendiri, tercatat 464 kasus campak, dengan 257 pasien laki-laki dan 207 perempuan. Meskipun ada pasien yang dirawat di ICU, Abdul Hakam memastikan belum ada kasus kematian.

Kabupaten Pati, yang telah ditetapkan sebagai daerah kejadian luar biasa (KLB) campak, juga bergerak cepat. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pati, Salis Diah Rahmawati, menjelaskan bahwa vaksinasi digencarkan hingga ke pelosok desa. “Kita gencarkan vaksinasi hingga ke desa-desa, karena banyak warga terutama anak-anak yang belum divaksin akibat pandemi covid-19 lalu,” kata Salis.

Data Sebaran Kasus Campak di Jawa Tengah

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah per Kamis (9/4/2026), total 2.188 kasus campak tersebar di 35 kabupaten/kota. Beberapa daerah dengan kasus tertinggi antara lain:

  • Kabupaten Kudus: 501 kasus
  • Kabupaten Brebes: 202 kasus
  • Kabupaten Cilacap: 119 kasus
  • Kabupaten Pati: 72 kasus
  • Kabupaten Klaten: 54 kasus

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, menambahkan bahwa dari jumlah tersebut, 144 kasus telah terkonfirmasi positif campak melalui pemeriksaan laboratorium, dan 18 kasus positif rubella. Sebaran positif campak tertinggi tercatat di Kabupaten Cilacap (21 kasus), Banyumas (20 kasus), Pati (20 kasus), serta Klaten (6 kasus campak dan 1 rubella).

Langkah Antisipasi dan Pencegahan

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus lebih lanjut, Pemprov Jawa Tengah menggalakkan imunisasi campak secara serentak bersama Dinas Kesehatan kabupaten/kota. Yunita Dyah Suminar menekankan pentingnya respons cepat. “Jika menemukan ciri-ciri ruam merah dan demam maka diminta segera diperiksakan ke dokter atau puskesmas terdekat,” imbaunya.

Selain itu, Pemprov Jawa Tengah juga akan mengintegrasikan program imunisasi campak dengan inisiatif kesehatan lainnya seperti dokter spesialis keliling (Speling) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau masyarakat hingga ke desa-desa. Langkah ini diharapkan dapat mengakselerasi cakupan imunisasi dan melindungi kelompok rentan, terutama anak-anak, dari risiko komplikasi akibat campak.