Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Aceh memastikan 366 puskesmas di 18 dari 23 kabupaten/kota yang terdampak bencana banjir dan longsor akhir November 2025 telah kembali beroperasi. Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinkes Aceh, Ferdiyus, menyatakan fasilitas kesehatan ini siap melayani masyarakat.
“Puskesmas itu berada di 18 dari 23 kabupaten/kota yang terdampak bencana. Sudah bisa melayani kesehatan masyarakat,” kata Ferdiyus pada Sabtu, 20 Desember 2025.
Namun, Ferdiyus menambahkan, sebanyak 30 puskesmas lainnya belum dapat difungsikan. Beberapa di antaranya tertimbun lumpur atau mengalami rusak berat akibat bencana.
“Puskesmas yang belum berfungsi tersebut tersebar di enam kabupaten kota yang terdampak parah akibat banjir bandang dan longsor yang terjadi akhir November 2025,” ungkapnya.
Untuk rumah sakit pemerintah di wilayah bencana, Ferdiyus menyebutkan semua sudah berfungsi melayani masyarakat. Kendati demikian, rumah sakit di Kabupaten Aceh Tamiang beroperasi dengan kondisi terbatas.
“Beberapa peralatan medis di rumah sakit tersebut tidak bisa digunakan akibat banjir bandang. Namun, pelayan dasar di rumah sakit tersebut sudah berjalan,” tuturnya.
Sementara itu, dari delapan rumah sakit swasta yang ada, lima di antaranya telah beroperasi. Tiga rumah sakit swasta lainnya masih belum berfungsi akibat dampak bencana.
“Secara keseluruhan, pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan. Saat ini, ada sebanyak 794 tenaga kesehatan yang dikerahkan ke wilayah bencana melayani korban banjir,” ucap Ferdiyus.
Ratusan tenaga kesehatan tersebut terdiri dari dokter umum, dokter spesialis, ahli gizi, ahli lingkungan kesehatan, dan lainnya. Mereka memprioritaskan kelompok rentan di pengungsian untuk memastikan korban bencana tetap mendapatkan pelayanan kesehatan, mengingat sebagian dari masyarakat berada di pengungsian rentan terserang penyakit.
