Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, bersama Dinas Pendidikan (Disdik) setempat meluncurkan program inovatif bertajuk “Sabtu Budaya”. Program ini dirancang sebagai wadah bagi siswa untuk mengekspresikan bakat seni dan budaya mereka di ruang publik, sekaligus menghidupkan suasana di berbagai destinasi wisata unggulan Mataram.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra, pada Senin (16/2/2026) di Mataram, menjelaskan bahwa program ini memiliki dua tujuan utama. “Selain menjadi wadah mengekspresikan bakat seni dan budaya siswa, Sabtu Budaya sekaligus menghidupkan suasana di berbagai destinasi wisata,” ujar Cahya Samudra.

Destinasi wisata yang akan menjadi lokasi pementasan antara lain Loang Baloq, Teras Udayana, hingga Pantai Ampenan. Konsep program ini akan menampilkan potensi seni yang dimiliki oleh masing-masing sekolah, dengan mengutus perwakilan dari para siswa untuk tampil.

Mengingat kebijakan lima hari sekolah yang kini diterapkan, hari Sabtu yang merupakan hari libur akan dimanfaatkan bagi siswa untuk tampil pada sore hari. Dinas Pendidikan akan mengatur jadwal penampilan siswa dari berbagai sekolah untuk mengisi panggung-panggung di destinasi wisata yang telah ditentukan.

Penampilan siswa pada Sabtu Budaya akan difokuskan pada muatan kearifan lokal yang telah dikembangkan di sekolah. Contohnya, kesenian gendang beleq dari SMP 2 Mataram, kesenian rudat, hingga pembacaan hikayat. Cahya Samudra menegaskan pentingnya program ini untuk pelestarian budaya. “Program Sabtu Budaya, memberikan ruang pengembangan seni dan budaya lokal agar dapat terus dilestarikan,” katanya.

Selain menjadi hiburan bagi wisatawan, program ini juga merupakan upaya regenerasi budaya di kalangan generasi muda. Kesenian yang bersifat religius, seperti pembacaan Hikayat dalam rangka peringatan Isra Mi’raj, juga akan mendapatkan porsi sebagai bagian dari daya tarik wisata religi.

“Budaya itu dinamis dan bisa berubah sesuai perkembangan zaman, namun tetap harus dilaksanakan secara turun-temurun. Inilah yang ingin kami jaga melalui panggung bagi anak-anak sekolah,” tambah Cahya Samudra.

Program Sabtu Budaya ditargetkan segera berjalan setelah Ramadhan, dengan penyesuaian konsep agar benar-benar menjadi daya tarik yang efektif bagi pariwisata Kota Mataram.