Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja ke Roma, Italia, dan Vatikan pada 6 hingga 8 Mei 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral serta membahas situasi terkini di Timur Tengah dan isu-isu kepentingan bersama.
Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, pada Senin (4/5/2026) mengonfirmasi agenda tersebut. Pigott menyatakan, “Menteri Luar Negeri Marco Rubio akan melakukan perjalanan ke Roma, Italia, pada 6–8 Mei untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Italia dan Vatikan.” Pertemuan dengan pimpinan Takhta Suci akan fokus pada perkembangan di Timur Tengah dan kepentingan bersama di belahan Barat.
Selain itu, Rubio juga akan berdiskusi dengan para pejabat Italia mengenai kepentingan keamanan bersama dan “penyelarasan strategis” antara kedua negara.
Kunjungan Rubio ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik antara Washington dengan Roma dan Vatikan. Kontroversi yang melibatkan Presiden AS Donald Trump menjadi pemicu utama gesekan tersebut.
Salah satu poin ketegangan adalah kritik Paus Leo yang membuat Trump berang. Paus secara terbuka dan berulang kali menyerukan perdamaian di Timur Tengah serta mengkritik keras perang yang dilancarkan Trump terhadap Iran.
Di sisi lain, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni juga menolak mendukung operasi militer AS terkait Iran. Meloni memblokir penggunaan pangkalan udara Sigonella dan wilayah udara Italia untuk pesawat-pesawat AS, menandakan penolakan terhadap intervensi militer.
Upaya Trump untuk meredakan hubungan dengan Roma melalui “diplomasi olahraga” juga menimbulkan perdebatan. Trump sempat mengusulkan Italia menggantikan Iran dalam ajang Piala Dunia, sebuah gagasan yang memicu beragam reaksi.

