Popularitas drama China Pursuit of Jade telah mengubah nasib aktor Deng Kai. Kini, ia tak hanya menikmati sorotan di berbagai acara bergengsi, tetapi juga melihat kembali perjuangan pahitnya di masa lalu yang kini viral dan menyentuh hati banyak penggemar.
Sebuah video lawas dari siaran langsung tahun 2023 kembali beredar di media sosial, mengungkap sisi rentan Deng Kai sebelum namanya melambung. Dalam video tersebut, aktor kelahiran 1995 ini menceritakan betapa sulitnya menembus industri hiburan yang kejam, di mana ia kerap ditawari peran-peran minor yang bahkan tak memperlihatkan wajahnya.
Perjuangan di Balik Layar: Dari Figuran Tanpa Wajah hingga Ketenaran
“Jika kamu tidak cukup terkenal, kamu tidak akan diundang ke variety show. Dan jika ada yang menghubungi, mereka akan memintamu menjadi NPC,” ungkap Deng Kai, seperti dikutip dari AsiaOne, Senin (13/4/2026).
Ia melanjutkan, “Apakah kamu mau mengambilnya? Sebagai NPC, kamu bahkan mungkin tidak menunjukkan wajah—kamu akan mengenakan penutup kepala, berpakaian hitam.” Istilah NPC yang ia maksud merujuk pada karakter latar belakang yang tidak menonjol dan sering kali harus menutupi identitasnya.
Meski dihadapkan pada kondisi ekonomi yang sulit, Deng Kai memilih untuk menolak tawaran tersebut. Baginya, menjaga martabat kariernya sebagai aktor adalah prioritas, meskipun itu berarti harus menghadapi ketidakpastian.
“Namun saat ini dengan apa yang aku lakukan, ada masalah. Aku tidak mendapatkan pekerjaan akting apa pun. Aku pergi audisi dan mencoba peran setiap hari, tapi tidak ada yang berhasil. Aku tidak tahu kenapa dan aku tidak tahu di mana aku tertahan—ini sudah berlangsung cukup lama,” curhatnya, menggambarkan periode panjang tanpa pekerjaan.
Deng Kai merasa dirinya tidak memiliki nilai tawar di industri yang lebih memprioritaskan bintang-bintang besar. Perasaan putus asa sempat menghampirinya, bahkan memaksanya kembali melakukan siaran langsung karena tidak adanya tawaran akting yang masuk.
“Mereka hanya menginginkan selebritas papan atas. Tapi orang sepertiku, aku bahkan tidak dihitung sebagai papan tengah. Aku hanya dianggap sebagai artis papan bawah. Ini benar-benar sulit,” tuturnya.
Ia mengenang momen tersebut dengan getir. “Saat aku memulai siaran langsung ini, perasaan familiar itu datang kepadaku dan aku berpikir, ‘Bagaimana aku bisa berakhir di sini lagi?’ Setelah mencoba menjadi aktor selama hampir dua tahun, sekarang aku kembali ke live streaming. Rasanya sangat buruk. Tapi aku tidak punya pilihan—tidak ada yang bisa aku perankan.”
Kebangkitan Berkat Pursuit of Jade dan Dukungan Penggemar
Kini, setelah kesuksesan besar melalui drama Pursuit of Jade, kisah perjuangan masa lalunya justru menyentuh hati dan memicu simpati dari banyak penggemar baru. Warganet ramai memberikan dukungan dan mengapresiasi keteguhannya dalam meniti karier dari titik terendah hingga akhirnya dikenal dunia.
Perjalanan karier Deng Kai sendiri dimulai pada tahun 2018 setelah ia menyelesaikan pendidikannya di Lu Xun Academy of Fine Arts. Sebelum namanya melejit, ia sempat mengambil peran kecil dalam beberapa drama populer seperti The Blood of Youth, Destined, dan Love of the Devined Tree.
Seiring meningkatnya popularitas, kehidupan Deng Kai kini berubah drastis. Ia mulai sering terlihat dalam berbagai acara bergengsi, termasuk syuting drama Jiang Men Du Hou bersama Kong Xue’er, Wang Hedi, dan Meng Ziyi. Deng Kai juga telah diundang ke program variety show, salah satunya Hello Saturday yang tayang pada 11 April lalu.
Antusiasme penggemar terhadapnya pun sangat tinggi, terbukti dari rekaman yang menunjukkan ia dikerumuni banyak orang di stasiun saat tiba di Changsa untuk syuting Hi6. Kisah Deng Kai menjadi inspirasi bahwa ketekunan dan bakat pada akhirnya akan menemukan jalannya.
