Kunjungan wisatawan di kawasan pesisir Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mulai menunjukkan tren positif. Hal ini terjadi seiring dengan membaiknya kondisi cuaca di wilayah setempat, setelah sempat mengalami penurunan drastis akibat cuaca ekstrem.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram, Cahya Samudra, pada Senin (16/02/2026), menjelaskan bahwa destinasi unggulan seperti Pantai Loang Baloq dan Pantai Ampenan kini berangsur normal. Sebelumnya, pada Januari hingga awal Februari 2026, cuaca ekstrem menyebabkan angka kunjungan wisatawan anjlok lebih dari 50 persen dari kondisi normal.
Sektor Pariwisata Kembali Bergairah
“Alhamdulillah, sektor pariwisata di Kota Mataram kini mulai menunjukkan tren positif seiring membaiknya kondisi cuaca,” ujar Cahya Samudra.
Ia merinci, pada kondisi normal di akhir pekan, Pantai Loang Baloq biasanya menarik 800 hingga lebih dari 1.000 pengunjung per hari. Namun, saat cuaca ekstrem melanda, jumlah tersebut merosot tajam hingga hanya sekitar 200 orang.
Menurut Cahya, fenomena ini menunjukkan bahwa secara psikologis masyarakat cenderung menahan diri untuk bepergian saat cuaca buruk. Namun, mereka segera mencari hiburan begitu kondisi mendukung.
“Fenomena yang kami lihat, begitu cuaca bagus di Sabtu-Minggu, masyarakat langsung ramai berkunjung. Apalagi kemarin ada Festival Durian yang sangat ramai, pengunjung di atas 1.000,” tambahnya, menyoroti antusiasme pengunjung saat cuaca cerah.
Kewaspadaan Tetap Prioritas
Meskipun kunjungan wisatawan mulai pulih, Cahya menegaskan bahwa kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama. Satuan Tugas (Satgas) pariwisata dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) tetap disiagakan untuk memantau situasi di lapangan.
“Satgas dan Pokdarwis wajib memonitor dan melaporkan kondisi destinasi wisata secara berkala, terutama untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang tiba-tiba,” jelasnya.
Diharapkan, dengan kondisi cuaca yang semakin bersahabat, tingkat kunjungan wisata di Kota Mataram dapat terus meningkat dan kembali mencapai kondisi normal sepenuhnya.
