Hujan lebat disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Provinsi Bangka Belitung (Babel) pada Sabtu (25/4) sore. Akibatnya, puluhan rumah mengalami kerusakan dan sejumlah pohon bertumbangan, bahkan menimpa seorang mahasiswi yang tengah berteduh.
Dampak Kerusakan Meluas di Bangka dan Pangkalpinang
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung, Budi Utama, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem ini menyebabkan kerusakan signifikan. “Total sementara, puluhan rumah dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap baik berat mau pun ringan,” kata Budi pada Minggu (26/4).
Di Kota Pangkalpinang, beberapa kelurahan yang terdampak meliputi Pangkal Balam, Gabek, Ampui, Opas Indah, Selindung Baru, Gajah Mada, Bukit Merapin, Sriwijaya, hingga Sinar Bulan. Selain itu, beberapa tenda UMKM kuliner juga dilaporkan roboh akibat terjangan angin kencang.
Sementara itu, di wilayah Bangka, tercatat 22 rumah terdampak dan sejumlah pohon tumbang yang menutupi badan jalan.
Mahasiswi Tertimpa Pohon, Arus Lalu Lintas Terganggu
Selain kerusakan infrastruktur, cuaca ekstrem ini juga menimbulkan korban. Budi Utama membenarkan adanya korban luka. “Ada satu korban yakni mahasiswi UBB saat berteduh kena timpa pohon, dan sudah dilarikan ke puskesmas terdekat,” ujarnya.
Pohon tumbang juga terjadi di beberapa titik strategis, seperti kawasan Lontong Pancur, Taman Bunga, Selindung, Air Itam, hingga sepanjang Pantai Pasir Padi. Beberapa pohon bahkan menimpa badan jalan, menyebabkan gangguan pada arus lalu lintas di area tersebut.
BPBD Imbau Warga Tetap Waspada
Menyikapi kondisi ini, BPBD Provinsi Bangka Belitung mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi. “Kami minta masyarakat berhati-hati, terutama saat hujan disertai angin kencang. Jangan berteduh di bawah pohon atau dekat bangunan yang berisiko roboh,” tegas Budi.
