Empat pelajar sekolah dasar di wilayah Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), tertimpa pohon tumbang saat dalam perjalanan menuju sekolah pada Kamis, 22 Januari 2026. Insiden yang terjadi di simpang tiga Kilang, daerah setempat, ini diduga kuat akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.

Akibat kejadian nahas itu, para siswa yang mengalami luka-luka segera dilarikan ke Puskesmas Montong Gading untuk mendapatkan penanganan medis. Satu dari empat korban bahkan harus dirujuk ke RSUD Soejono Selong karena mengalami luka yang cukup parah dan memerlukan perawatan intensif.

Kepala Unit Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kecamatan Montong Gading, Amat, membenarkan kejadian tersebut. Memang betul ada siswa SD yang tertimpa pohon di Kilang,” ujarnya saat dikonfirmasi di Lombok Timur, Kamis.

Amat menambahkan, pihaknya langsung bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan untuk memastikan kondisi para siswa. “Yang jelas korban sudah tertangani dengan baik,” katanya, memastikan bahwa seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat NTB untuk mewaspadai potensi hujan lebat. Peringatan ini berlaku di sekitar lereng Gunung Rinjani hingga Gunung Tambora pada Dasarian III Januari 2026, atau periode 21–31 Januari.

Prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG NTB, Suci Agustiarini, menjelaskan bahwa peluang terjadinya hujan dengan intensitas lebih dari 150 milimeter per dasarian sangat tinggi. “Ada peluang terjadi hujan dengan intensitas lebih dari 150 milimeter per dasarian sebesar 70 hingga lebih dari 90 persen yang diprediksi terjadi di sekitar wilayah Sembalun, Bayan, Labuhan Badas, Pekat, dan Tambora,” papar Suci.

BMKG juga mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan lereng atau daerah dengan topografi curam untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi. Hujan dengan intensitas tinggi berpotensi memicu terjadinya banjir hingga tanah longsor, yang dapat membahayakan pemukiman warga dan merusak lahan-lahan pertanian.

“Saat ini wilayah NTB sudah memasuki periode musim hujan dan sebagian sedang memasuki periode puncak,” tambah Suci, menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem ini.