Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menargetkan fasilitas diorama sejarah Mataram mulai beroperasi setelah Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah atau sekitar tahun 2026. Destinasi edukasi baru ini diharapkan dapat menjadi daya tarik utama bagi warga dan wisatawan.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Mataram, HM Carnoto, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan persiapan akhir. “Saat ini kami sedang melakukan persiapan akhir dan uji coba alat untuk mengoptimalkan layanan,” kata Carnoto di Mataram pada Sabtu (22/2/2026).

Ia menambahkan, fasilitas diorama yang dibangun sejak akhir 2025 ini awalnya ditargetkan beroperasi Januari 2026. Namun, untuk mengoptimalkan layanan, perlu dilakukan uji coba dan sinkronisasi peralatan dengan bidang teknis.

Diorama tersebut nantinya tidak hanya akan menjadi pajangan visual semata. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat informasi komprehensif mengenai sejarah dan perkembangan Kota Mataram. Pengunjung akan disuguhkan gambaran menyeluruh tentang progres pembangunan dan identitas kota.

Selain itu, diorama juga akan menyajikan informasi mengenai berbagai layanan dan fasilitas literasi yang tersedia di perpustakaan. Menurut Carnoto, penayangan profil melalui visual dinilai lebih efektif dalam memudahkan masyarakat memahami seluk-beluk Kota Mataram dengan cara yang lebih menarik dan interaktif.

Pihak Diarpus menekankan pentingnya pengoperasian diorama yang matang dan tidak terburu-buru. Aspek teknis menjadi perhatian utama agar saat dibuka nanti, masyarakat dapat menikmati fasilitas tersebut dengan nyaman dan tanpa kendala teknis. “Jangan sampai dibuka tapi asal-asalan. Insya Allah kami targetkan setelah Lebaran diorama bisa dibuka,” tegas Carnoto.

Carnoto berharap, kehadiran diorama ini mampu meningkatkan daya tarik perpustakaan dan menjadi sarana edukasi yang efektif, khususnya bagi generasi muda, untuk lebih mengenal identitas dan sejarah Kota Mataram. “Diorama kami harapkan juga menjadi magnet, meningkatkan kunjungan perpustakaan hingga bermuara pada peningkatan literasi,” pungkasnya.