Capital A Berhad (Capital A) secara resmi menunjuk Effendy Shahul Hamid sebagai Deputy Chief Executive Officer, efektif mulai 6 April 2026. Penunjukan ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk memperkuat jajaran kepemimpinan seiring upaya Capital A memasuki fase pertumbuhan berikutnya, terutama setelah divestasi bisnis penerbangan.
CEO Capital A, Tony Fernandes, menyatakan keyakinannya terhadap rekam jejak Effendy. “Effendy memiliki rekam jejak yang terbukti. Ia memahami bagaimana ekosistem dapat menciptakan nilai, sekaligus mampu menyatukan tim dengan tujuan yang jelas dan menghasilkan kinerja nyata,” ujar Tony Fernandes dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Tony menambahkan bahwa Effendy membawa perspektif dan pengalaman yang dibutuhkan Capital A untuk melaju lebih cepat. “Saat ini, kami ingin melaju lebih cepat dan lebih jauh di seluruh lini bisnis dengan dukungan inovasi digital, dan Effendy membawa perspektif serta kedalaman pengalaman yang kami butuhkan. Saya yakin ia dapat segera memulai dan memberikan nilai,” imbuhnya.
Fokus Bisnis Baru Pasca-Divestasi
Pasca-divestasi bisnis penerbangan kepada AirAsia X Berhad (AirAsia X) pada Januari 2026, Capital A kini memfokuskan diri pada pengembangan dan ekspansi portofolio bisnis intinya. Beberapa di antaranya meliputi Asia Digital Engineering (MRO), Teleport (logistik), AirAsia MOVE (platform mobilitas dan perjalanan), AirAsia Next (manajemen brand & IP), serta Santan (F&B).
Kehadiran Effendy diharapkan dapat memperkuat kapasitas perusahaan, khususnya dalam pengambilan keputusan strategis dan orkestrasi ekosistem. Ia juga akan memastikan eksekusi yang kuat dan berkelanjutan di seluruh lini bisnis Capital A, sejalan dengan ambisi ekspansi regional perusahaan.
Effendy Shahul Hamid menyambut baik peran barunya. “Saya juga menantikan untuk kembali berada dalam fase pembelajaran, bekerja erat dengan para CEO di seluruh entitas Capital A dan AirAsia X untuk menciptakan dan memaksimalkan potensi bisnis yang ada,” kata Effendy.
Ia juga berencana menerapkan pengalamannya di sektor jasa keuangan. “Ke depan, saya ingin menerapkan pengalaman saya di sektor jasa keuangan untuk merumuskan proposisi yang relevan bagi grup. Didukung oleh akses ekosistem yang kuat, serta beragam use case, hal ini menjadi platform ideal untuk menggambarkan seperti apa masa depan di vertikal ini dapat berkembang,” ujarnya menambahkan.
Rekam Jejak Effendy Shahul Hamid
Effendy membawa lebih dari dua dekade pengalaman kepemimpinan di tingkat regional, mencakup sektor perbankan, transformasi digital, kemitraan strategis, serta pembangunan ekosistem. Selama 21 tahun berkarier di CIMB Group, ia memimpin ritel franchise regional, mengarahkan agenda digital banking, serta menginisiasi berbagai kemitraan dan investasi strategis.
Salah satu pencapaiannya adalah transformasi Touch ‘n Go menjadi salah satu platform pembayaran digital terdepan melalui kerja sama dengan Ant Group. Effendy mengawali karier di bidang corporate development and investment banking, dengan fokus pada merger, akuisisi, serta ekspansi bisnis.
