Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah, menyatakan pemerintah daerah mengedepankan pengelolaan sampah terintegrasi sebagai upaya krusial untuk mencegah terjadinya bencana alam. Pernyataan tersebut disampaikan Amar Nurmansyah pada kegiatan Safari Ramadhan 1447 Hijriah di Kecamatan Maluk, Sumbawa Barat, Rabu (4/3/2026).

“Penting menjaga kelestarian lingkungan untuk keamanan bersama,” kata Amar Nurmansyah, menegaskan komitmen Pemda dalam menjaga ekosistem.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah berkomitmen membangun sistem pengelolaan terpadu melalui penyediaan tempat pembuangan sampah (TPS) serta dukungan anggaran untuk pembentukan bank sampah di desa-desa. Langkah ini diharapkan dapat melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah.

“Saat ini PT Amman telah memprogramkan pengelolaan sampah terintegrasi di Kecamatan Jereweh, Maluk, dan Sekongkang,” ujarnya, menyoroti peran swasta dalam mendukung inisiatif ini.

Lebih lanjut, pemerintah daerah juga telah membebaskan lahan di Desa Benete untuk pembangunan fasilitas pengelolaan sampah yang terintegrasi dan profesional. Fasilitas ini akan mengelola sampah dengan alur dari TPS ke TPA, hingga proses sanitary landfill di Taliwang.

“Targetnya pada 2027 Kabupaten Sumbawa Barat dapat masuk kategori kabupaten/kota bersih,” tegas Amar Nurmansyah, menunjukkan ambisi daerah dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga menyinggung keberagaman suku dan latar belakang di Kecamatan Maluk yang justru menjadi perekat persatuan. “Semangat kebersamaan harus terus kita jaga agar Maluk tetap harmonis,” tambahnya, menggarisbawahi pentingnya kerukunan sosial.

Ia turut mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai dan senantiasa menjaga kelestarian lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya. Hal ini penting guna mencegah bencana alam yang mungkin timbul akibat pencemaran lingkungan.

“Kami imbau masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.

Amar Nurmansyah juga menyampaikan bahwa pemerintahan yang dipimpinnya telah genap satu tahun sejak pelantikan. Ia mengingatkan bahwa peluncuran Kartu Sumbawa Barat Maju dilakukan pada 20 Mei, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, sebagai simbol komitmen kebangkitan pelayanan publik.

“Tahun 2026 diharapkan tidak ada lagi kendala dalam implementasi program tersebut,” pungkasnya.

sumber gambar: gesit.id