Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, akan menggelar gerakan pangan murah (GPM) dan pasar murah 10 hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kebijakan ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae untuk memastikan subsidi pangan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Fokus Penyaluran Subsidi Berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional

Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae menegaskan bahwa pelaksanaan pasar murah kali ini tidak lagi berpatokan pada wilayah kecamatan, melainkan akan menyasar masyarakat berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Lokasi pasar murah akan ditentukan berdasarkan data dari Dinas Sosial, dengan prioritas utama bagi masyarakat yang berada di desil 1 hingga 5.

“Saya sudah instruksikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat untuk melakukan pasar murah di akhir Ramadhan dengan lokasinya berdasarkan data dari Dinas Sosial untuk menyasar masyarakat yang berada di desil 1 hingga 5,” kata Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae saat ditemui awak media di Sigi, Senin (2/3/2026).

Penetapan lokasi berbasis data ini bertujuan agar bantuan pemerintah daerah benar-benar dirasakan oleh kelompok yang paling rentan. Rizal menekankan pentingnya efektivitas penyaluran subsidi agar tidak salah sasaran.

“Tujuannya jelas agar masyarakat ini merasakan subsidi yang diberikan pemerintah daerah, jangan pasar murah itu dilaksanakan di wilayah padat penduduk tapi masyarakatnya berada di desil 6 ke atas artinya mampu dan berkecukupan,” ucapnya.

Ia menambahkan, ke depan pasar murah akan terus menyasar masyarakat dengan kategori desil 5 ke bawah, memastikan keberlanjutan program bagi mereka yang membutuhkan.

Upaya Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Jelang Idul Fitri

Rizal mengungkapkan bahwa subsidi yang dialokasikan Pemerintah Daerah Sigi untuk pasar murah tahun ini cukup besar. Harapannya, masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau untuk memenuhi kebutuhan selama perayaan Idul Fitri.

“Untuk subsidi pemda ke pasar murah ini cukup besar di tahun ini, kami berharap masyarakat bisa membeli bahan pangan dengan harga murah dan terjangkau guna memenuhi kebutuhan saat Idul Fitri mendatang,” sebutnya.

Selain membantu masyarakat, pasar murah dan gerakan pangan murah ini juga menjadi instrumen penting bagi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan di Kabupaten Sigi, terutama menjelang hari besar keagamaan.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa persentase kemiskinan di Kabupaten Sigi pada tahun 2025 tercatat sebesar 10,47 persen. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 12,06 persen. Dengan jumlah penduduk Kabupaten Sigi pada tahun 2025 mencapai 273,2 ribu jiwa, terdapat sebanyak 28.604 jiwa masyarakat yang masih berada dalam kategori miskin.

sumber gambar: antara.com