Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, menargetkan penyelesaian program cetak sawah baru seluas 112 hektare pada akhir Februari 2026. Program ini merupakan bagian dari upaya daerah untuk mendukung swasembada pangan nasional.

Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, mengungkapkan target tersebut saat ditemui awak media di Banawa pada Selasa (3/2/2026). “Targetnya pembukaan lahan untuk program cetak sawah baru di Kabupaten Donggala selesai akhir Februari 2026,” ujar Vera.

Berdasarkan laporan Dinas Pertanian setempat, realisasi program cetak sawah baru hingga saat ini telah mencapai 80 hektare. Vera menjelaskan, “Pelaksanaan di lapangan sedang tahapan pembersihan dan pemerataan lahan.”

Terdapat delapan desa di Kabupaten Donggala yang masuk dalam program cetak sawah baru ini, meliputi Desa Pangalasiang, Suwalempu, Bambakanini, Malonas, Dampal, Lompio, Saloya, dan Desa Labuan Kungguma. Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu pasokan bibit padi dari pemerintah pusat untuk ditanam di lokasi yang telah disiapkan.

Vera juga menjelaskan adanya perubahan luasan lahan untuk cetak sawah baru di Kabupaten Donggala, dari rencana awal 800 hektare menjadi 112 hektare. “Tentunya pengurangan luasan lahan ini karena berdasarkan hasil Survei, Investigasi, dan Desain (SID) bahwa sebagian lahan masuk dalam kawasan hutan lindung, areal perkebunan masyarakat, dan lahan yang berada di lereng perbukitan,” paparnya.

Untuk program cetak sawah baru seluas 112 hektare ini, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp3 miliar. Vera berharap pembukaan lahan dapat selesai tepat waktu guna mempercepat upaya pemerintah pusat dalam mewujudkan swasembada pangan. “Harapannya pembukaan lahan cetak sawah baru ini dapat selesai tepat waktu sehingga mempercepat upaya pemerintah pusat dalam mewujudkan swasembada pangan,” pungkasnya.