Pimpinan Wilayah Perum Bulog Nusa Tenggara Barat (NTB), Mara Kamin Siregar, memastikan ketersediaan stok beras dan jagung di gudang Bulog NTB dalam kondisi melimpah. Menjelang panen raya, Bulog NTB menerapkan strategi mobilisasi nasional (movenas) dengan mendistribusikan ribuan ton beras ke Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Langkah movenas ini merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan pasokan sekaligus mengoptimalkan persiapan pengadaan. Strategi ini juga bertujuan untuk memastikan stabilitas stok dan harga tetap terjaga, serta mengantisipasi peningkatan penyerapan hasil panen di NTB.
“Dengan stok yang cukup melimpah, kami mengatur strategi distribusi melalui movenas ke wilayah yang membutuhkan, yaitu Bali dan NTT. Ini bagian dari upaya menjaga keseimbangan pasokan dan mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Mara Kamin pada Rabu (04/03/2026).
Berdasarkan data per 3 Maret 2026, realisasi movenas sepanjang tahun 2025 untuk komoditas beras mencapai 30.303 ribu ton dan jagung 23.596 ribu ton. Sementara itu, untuk tahun 2026 hingga awal Maret, realisasi movenas tercatat 6.073 ribu ton beras.
Dua wilayah utama tujuan pengiriman adalah Bali dan NTT, yang secara kebutuhan pasokan kerap bergantung pada suplai dari NTB sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Distribusi ini dinilai strategis untuk menjaga kesinambungan pasokan di daerah tujuan tanpa mengganggu ketersediaan stok di NTB.
Siregar menambahkan, strategi tersebut juga menjadi bagian dari kesiapan Bulog NTB dalam menghadapi musim panen raya yang berpotensi meningkatkan volume gabah dan beras di daerah. Dengan distribusi yang terukur, kapasitas ruang penyimpanan tetap tersedia untuk menyerap produksi petani secara optimal.
“Kami ingin memastikan penyerapan hasil panen petani di NTB tetap maksimal. Karena itu, distribusi keluar daerah menjadi salah satu solusi agar stok di gudang tetap terkendali dan tidak menumpuk,” jelasnya.
Selain menjaga keseimbangan stok, movenas juga diharapkan mampu mendukung stabilitas harga, baik di tingkat petani maupun konsumen. Bulog berkomitmen memastikan arus distribusi berjalan lancar sehingga tidak terjadi gejolak pasokan di wilayah tujuan maupun di NTB sendiri.
Bulog NTB menegaskan koordinasi dengan kantor pusat dan wilayah tujuan terus dilakukan agar pengiriman berjalan sesuai kebutuhan dan jadwal. Dengan strategi ini, Bulog optimistis ketahanan pangan regional tetap terjaga di tengah dinamika permintaan antarwilayah.
sumber gambar: kicknews.today
